Banjir Berhari-hari di Sei Mati, Relawan Turun Bagikan Makanan kepada Warga

0
22

MEDAN | GeberNews.com — Banjir yang melanda kawasan Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, mulai berangsur surut pada Minggu (13/9/2026). Kondisi itu terjadi setelah hujan berhenti selama dua hari.

Meski air mulai surut, sejumlah wilayah masih mengalami genangan cukup parah. Salah satunya kawasan Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, yang hingga kini masih menghadapi persoalan aliran air yang tidak mengalir dengan baik.

Di tengah kondisi tersebut, kepedulian terhadap warga terdampak kembali ditunjukkan para relawan.

Sejumlah relawan turun langsung ke permukiman warga untuk membagikan paket makanan siap konsumsi kepada masyarakat yang terdampak banjir.

Aksi sosial tersebut menyasar warga di Lingkungan 14, 15, 16 dan 17 Kelurahan Sei Mati.

Kawasan ini selama bertahun-tahun dikenal masyarakat sebagai salah satu wilayah yang kerap menghadapi persoalan banjir. Saat air masih menggenangi jalan dan halaman rumah, para relawan tetap mendatangi warga secara langsung.


Paket makanan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan suku, ras maupun agama.

Bagi warga terdampak, bantuan makanan siap konsumsi menjadi sangat berarti. Pasalnya, aktivitas sehari-hari mereka masih terganggu akibat genangan air yang belum sepenuhnya surut.

Sei Mati Kembali Jadi Langganan Banjir

Banjir yang terjadi di kawasan Sei Mati bukan persoalan baru bagi masyarakat. Wilayah yang relatif rendah membuat kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang rentan mengalami genangan ketika hujan turun dalam jumlah besar.

Selain curah hujan dan kondisi drainase, warga juga merasakan dampak aliran air dari kawasan permukiman di sekitar Sei Mati. Aliran tersebut turut menyebabkan debit air bertambah ketika banjir terjadi.

Air tidak hanya menggenangi badan jalan, tetapi juga masuk dan mengelilingi rumah warga.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus tetap beraktivitas di tengah genangan air.

Banjir yang berulang selama bertahun-tahun juga menjadi perhatian serius masyarakat. Warga berharap persoalan banjir tidak hanya mendapat perhatian ketika bencana terjadi, tetapi juga ditangani melalui solusi permanen dan berkelanjutan.

Relawan Hadir Saat Warga Membutuhkan

Kegiatan sosial yang dilakukan para relawan menjadi bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Bantuan makanan yang diberikan bukan sekadar memenuhi kebutuhan warga untuk makan. Kehadiran relawan juga menjadi pesan bahwa masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak sendirian.

Para relawan turun langsung melihat kondisi warga, berinteraksi dengan masyarakat serta menyerahkan bantuan dari rumah ke rumah.
Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat terdampak tanpa memandang suku, agama maupun latar belakang.

Semangat yang ingin ditunjukkan melalui kegiatan tersebut adalah kepedulian kemanusiaan dan solidaritas sesama masyarakat.

Di tengah kondisi banjir yang masih menggenangi sejumlah kawasan, kehadiran relawan menjadi bentuk nyata solidaritas sosial kepada warga yang sedang membutuhkan.

Warga Minta Pemerintah Cari Solusi Permanen
Banjir yang terus berulang membuat masyarakat berharap Pemerintah Kota Medan dan instansi terkait memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan tersebut.

Warga tidak hanya membutuhkan bantuan ketika banjir datang. Mereka juga mengharapkan penanganan terhadap akar persoalan, mulai dari sistem drainase, aliran air, kapasitas saluran hingga solusi terhadap aliran air dari wilayah sekitar.

Warga Lingkungan 14, 15, 16 dan 17 Kelurahan Sei Mati berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian bersama sehingga mereka tidak terus-menerus menghadapi kondisi serupa setiap kali banjir terjadi.

Pada Minggu (13/9/2026), setelah dua hari hujan berhenti, air memang mulai berangsur surut. Namun, persoalan aliran air yang belum jelas dan belum tertangani dengan baik masih menjadi pekerjaan yang membutuhkan perhatian serius.

Banjir bukan sekadar persoalan genangan air. Bagi masyarakat yang terdampak, banjir menyangkut kehidupan sehari-hari, kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga kenyamanan dan martabat mereka.

Di saat warga masih harus bertahan di tengah sisa genangan, kepedulian sekecil apa pun memiliki arti besar.
Relawan hadir bukan hanya untuk melihat persoalan masyarakat, tetapi berusaha berada bersama warga ketika mereka membutuhkan.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini