Ancaman Nyata di Balik Hari Kebebasan Pers Sedunia, Dodi Rikardo Sembiring: Stop Intimidasi, Jangan Bunuh Kebenaran!

0
41

GeberNews.com | Medan – Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, Minggu (3/5/2026), tak boleh sekadar menjadi panggung seremonial tanpa makna. Di balik perayaan simbolik, ancaman terhadap kebebasan pers justru masih nyata dan terus mengintai.

Pemimpin Redaksi sekaligus Penanggung Jawab GeberNews.com, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos., mengungkapkan bahwa tekanan terhadap jurnalis bukan isu lama yang telah usai—melainkan persoalan akut yang masih terjadi di lapangan.

“Kita tidak bisa lagi pura-pura tidak melihat. Intimidasi terhadap wartawan masih terjadi. Ini bukan sekadar ancaman bagi pers, tapi ancaman langsung terhadap demokrasi,” tegas Dodi.

Menurutnya, ketika suara pers dibungkam, yang hilang bukan hanya berita—melainkan hak publik untuk mengetahui kebenaran. Dalam situasi seperti ini, ruang gelap penyalahgunaan kekuasaan semakin terbuka tanpa kontrol.

“Kalau pers dibatasi, siapa yang akan mengawasi? Siapa yang berani membuka fakta di balik kepentingan?” ujarnya tajam.

Di tengah derasnya arus digital, ancaman lain juga mengintai: banjir disinformasi. Dodi menilai, kondisi ini menciptakan krisis ganda—tekanan terhadap kebebasan pers dan maraknya informasi tak terverifikasi.

“Kita menghadapi dua musuh sekaligus: pembungkaman dan kebohongan. Ini tidak bisa dibiarkan. Harus dilawan dengan integritas dan keberanian,” katanya.

Ia menegaskan, media harus tetap berpijak pada prinsip jurnalistik: akurat, berimbang, dan independen—tanpa kompromi.

Sebagai media online, GeberNews.com, lanjutnya, berkomitmen untuk tetap berada di garis depan dalam menyajikan informasi yang faktual dan terpercaya.

“Kami tidak akan mundur. Komitmen kami jelas: Cepat, Tepat, dan Terpercaya. Kami berdiri untuk kebenaran, bukan untuk kepentingan,” tegasnya.

Dodi pun menyerukan kepada seluruh insan pers agar tidak gentar menghadapi tekanan, serta tetap menjaga marwah dan independensi jurnalistik.

Hari Kebebasan Pers Sedunia bukan sekadar peringatan—melainkan pengingat keras bahwa kebebasan pers bukan hadiah, tetapi hak yang harus terus diperjuangkan, dipertahankan, dan dilindungi.

(Syahdan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini