Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, HA Nuar Erde: Pers Jangan Kehilangan Arah di Tengah Arus Cepat Informasi

0
127

GeberNews.com | Medan — Memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada Minggu (3/5/2026), Pemimpin Redaksi media online Penasumut.id, HA Nuar Erde, menyampaikan pandangan kritis sekaligus reflektif terhadap kondisi pers saat ini.

Menurut HA Nuar Erde, yang juga Ketua DPW IMO Indonesia Sumut, kebebasan pers bukan sekadar soal ruang untuk berbicara, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga arah informasi agar tetap benar, berimbang, dan tidak menyesatkan publik.

“Pers hari ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Bukan lagi hanya tekanan eksternal, tapi juga godaan internal, kecepatan, klik, dan sensasi yang kadang mengorbankan akurasi,” ujarnya.

Ia menilai, di era digital saat ini, banyak media berlomba menjadi yang tercepat tanpa memastikan kebenaran informasi. Hal ini, kata dia, berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap media itu sendiri.

“Kalau pers hanya mengejar viral tanpa verifikasi, maka kita sedang menggali lubang untuk kredibilitas kita sendiri. Kebebasan pers harus diiringi dengan kedewasaan dalam menyajikan fakta,” tegasnya.

Lebih lanjut, HA Nuar Erde juga menekankan pentingnya menjaga independensi di tengah berbagai kepentingan, baik politik maupun ekonomi. Ia mengingatkan bahwa pers tidak boleh menjadi alat, melainkan harus tetap menjadi pengawas yang kritis.

“Pers harus berdiri di tengah, bukan di pihak tertentu. Kita bukan pengeras suara kekuasaan, tapi juga bukan pembuat kegaduhan. Tugas kita jelas: menyampaikan kebenaran,” katanya.

Ia juga mengajak insan pers, khususnya media online, untuk kembali memperkuat kualitas jurnalistik, mulai dari riset, verifikasi hingga etika penulisan agar tetap relevan di tengah derasnya arus informasi yang tidak terbendung.

Menutup pernyataannya, HA Nuar Erde berharap momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia ini menjadi pengingat bagi seluruh jurnalis untuk tidak hanya bebas, tetapi juga bertanggung jawab.

“Kebebasan pers itu penting, tapi kepercayaan publik jauh lebih berharga. Dan itu hanya bisa dijaga dengan integritas,” pungkasnya.

(Kardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini