Polsek Teluk Mengkudu Ringankan Beban Warga Dhuafa dan Sakit Menahun

Sergai | GNews.com – Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui program sosial Jumat Berkah. Pada Jumat, 16 Mei 2025, Polsek Teluk Mengkudu, Polres Serdang Bedagai (Sergai), menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu dan penderita sakit menahun di Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP Desman Manalu, S.H., mewakili Kapolres Sergai, AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya Polri hadir dan peduli terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan, baik secara ekonomi maupun kesehatan.

Tiga warga Dusun III, Desa Liberia, yang menerima bantuan yakni Sumarni (70), Imran Nasution (56), dan Juria (55). Bantuan yang diberikan berupa paket sembako berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, teh bubuk 1 kotak, dan gula pasir 1 kg.

Kepala Dusun III, Sujari, mengapresiasi kepedulian jajaran Polsek Teluk Mengkudu. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang sakit dan hidup dalam keterbatasan,” ujarnya.

Ps. Kasi Humas Polres Sergai, IPTU Zulfan Ahmadi, S.H., M.H., membenarkan kegiatan tersebut. Ia menyebut, bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari komitmen Polres Sergai untuk selalu hadir bersama masyarakat, khususnya di hari Jumat yang penuh berkah.

“Dalam setiap momentum Jumat Berkah, kami berupaya menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Ini bentuk nyata bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tapi juga hadir secara sosial,” tuturnya.

Selain Kapolsek, kegiatan ini juga melibatkan personel Polsek Teluk Mengkudu, antara lain IPDA Tober Silaban (Kanit Samapta), IPDA Maslani (Kanit Binmas), AIPTU Febrianto (Ps. Kanit Provos), AIPDA Jayadi (Ps. Kanit Intelkam), AIPDA Eka Gurusinga (Kasium), Brigadir Erwin Jupiter Sitinjak, S.H. (Bhabinkamtibmas), Bripda Ikhwan Khoir (BA Samapta), dan Kadus III Sujari.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Polsek Teluk Mengkudu menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap lapisan kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tapi juga sebagai mitra yang peduli.

Dodi Suara Prananta

banner 400x130

Imam Hanafi Bantah Punya 13 Istri, Ketua MUI Sumut: “Itu Pengakuan Dia Sendiri Saat Tabayyun”

Medan | GNews.com – Kontroversi soal jumlah istri Imam Hanafi, pimpinan Pengajian Matfai Kampung Kasih Sayang di Langkat, kembali mencuat ke permukaan. Melalui kanal YouTube “Jalan Berlian”, Imam Hanafi membantah tudingan memiliki 13 istri dan menyebut pemberitaan media sebagai fitnah yang merusak nama baiknya.

Namun bantahan tersebut dibantah balik oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA, yang menegaskan bahwa jumlah istri lebih dari empat itu merupakan pengakuan langsung Imam Hanafi sendiri saat proses klarifikasi (tabayyun) di Kantor MUI Sumut pada 17 Maret 2022.

“Itu bukan fitnah, tapi pengakuan dia sendiri di hadapan MUI. Disampaikan secara langsung saat tabayyun,” tegas Maratua4 dalam diskusi bersama DPW IMO Indonesia Sumut dan Komisi Fatwa MUI Sumut, Kamis (15/5/2025).

Diskusi tersebut dihadiri Ketua DPW IMO Sumut H.A. Nuar Erde, sejumlah pimpinan media online seperti Penasumut.id, BBISiber.com, Suaraperjuangan.com, dan lainnya, serta Dewan Pembina IMO, Prabu Kresna Erde.

Ketua Komisi Penelitian MUI Sumut, Prof. Dr. Fachruddin Azmi, MA, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah dua kali melakukan penelitian ke Kampung Kasih Sayang, yakni pada 2017 dan 2021.

“Pada 2017 kami mendapat informasi istri Imam Hanafi ada 11 orang. Pada 2021, jumlahnya menjadi 13,” kata Fachruddin. Informasi itu diperoleh dari warga, serta dikonfirmasi langsung dalam pertemuan resmi MUI dengan Imam Hanafi.

Fatwa MUI Sumut No.01/KF/MUI-SU/VIII/2022 tanggal 30 Agustus 2022 juga mencantumkan secara eksplisit pengakuan Imam Hanafi dan hasil penelitian MUI soal praktik pernikahan yang melampaui batas yang ditentukan dalam syariat Islam.

Sementara Imam Hanafi menuding media menyebar berita palsu dan mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, Ketua DPW IMO Sumut, H.A. Nuar Erde menilai tudingan tersebut salah alamat.

“Kalau Imam Hanafi merasa keberatan, maka yang seharusnya dia gugat adalah Fatwa MUI, bukan media. Media hanya menyampaikan fakta dari dokumen resmi dan pengakuan dia sendiri,” ujarnya.

Menurut Nuar Erde, Fatwa MUI bukan dibuat sembarangan, melainkan hasil dari kajian mendalam, verifikasi data, dan pengakuan lisan Imam Hanafi yang disampaikan secara langsung.

Nama-nama istri Imam Hanafi yang disebutkan oleh sumber terpercaya antara lain: Icha, Fika, Sari, Liza, Rani, Wanca, Nur, Nazla, Cindy, Tari, Ira, dan Nisa.

Ketua MUI Sumut juga menyayangkan sikap pasif aparat pemerintah terhadap rekomendasi MUI terkait permasalahan ini.

“Sejak fatwa dikeluarkan tahun 2022, saya selalu menyampaikan ini di berbagai forum pejabat pemerintah, tapi tidak ada tindakan nyata,” keluh Maratua.

Persoalan ini bukan hanya menyangkut pelanggaran syariat dan hukum negara, tapi juga menyangkut marwah dakwah dan perlindungan terhadap masyarakat dari praktik keagamaan yang menyimpang. Kini publik menanti, apakah pemerintah akan tetap bungkam?

Ril

Diduga Tak Punya Izin, Bangunan Liar Tiga Lantai Menantang Hukum di Medan Perjuangan!

Medan | GNews.com – Aroma pelanggaran perizinan kembali tercium tajam di Kota Medan. Sebuah bangunan tiga lantai berdiri kokoh di Jalan Pelita I, Simpang Dorowati, Kelurahan Sidorame Barat, Kecamatan Medan Perjuangan, diduga kuat dibangun tanpa mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Mirisnya, pembangunan yang berlangsung cepat dan selesai hanya dalam waktu sebulan itu luput dari pengawasan pihak Kecamatan maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Saat dikonfirmasi, aparat justru mengaku tidak tahu-menahu soal pembangunan tersebut.

“Kita belum tahu ada pembangunan itu,” ujar salah satu petugas Satpol PP dengan nada enteng. Pernyataan ini sontak memicu kegeraman masyarakat yang menilai ada **indikasi pembiaran,

Zufrizal Tanjung

Soroti Dugaan Rekrutmen Ilegal dan Korupsi DPRD, Massa Geruduk Kantor Wakil Rakyat dan Pemkab Deli Serdang

Deli Serdang | GNews.com – Puluhan massa yang tergabung dalam organisasi Perisai Keadilan Nasional menggelar aksi unjuk rasa di dua titik strategis, yakni Kantor DPRD dan Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (15/5/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran dalam rekrutmen pegawai honorer dan indikasi korupsi dana operasional di lingkungan legislatif daerah.

Massa yang datang membawa spanduk dan karton tuntutan menyuarakan kekecewaan atas rekrutmen honorer baru yang mereka nilai bertentangan dengan Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2018 serta UU ASN No. 20 Tahun 2023. Mereka menuding adanya praktik nepotisme dan pengangkatan tanpa prosedur resmi.

Tak hanya itu, demonstran juga menyoroti dugaan penyalahgunaan dana operasional DPRD, khususnya terkait pengadaan BBM dan perawatan kendaraan dinas yang berlangsung sejak 2023 hingga 2025. Dalam orasinya, massa menuntut pencopotan Kepala Bagian Umum dan Sekretaris Dewan sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Karena tidak satu pun anggota dewan terlihat di kantor, massa diperbolehkan mengirim dua perwakilan untuk memverifikasi daftar hadir dan kondisi kantor. Setelah hasil verifikasi dibacakan, lima perwakilan diizinkan menuliskan tuntutan resmi yang kemudian diterima oleh Kasubag TU DPRD, Muhammad Ikhsan, serta disaksikan oleh Kanit Tipikor Polres Deli Serdang, Ipda Dalles Matondang.

Setelah menyampaikan aspirasi di DPRD, massa bergerak menuju Kantor Bupati Deli Serdang. Di lokasi ini, ketegangan sempat terjadi lantaran tidak ada pejabat yang menemui mereka selama lebih dari satu jam. Aksi saling dorong antara demonstran dan Satpol PP pun sempat mewarnai suasana.

Aksi baru mereda setelah Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, SS, turun langsung menemui massa. Dalam tanggapannya, ia menyatakan bahwa Pemkab telah melakukan penataan birokrasi, termasuk rotasi sejumlah pejabat di Sekretariat DPRD, serta akan menyelidiki seluruh dugaan yang disampaikan.

“Pemkab Deli Serdang menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas, serta berkomitmen menegakkan prinsip good governance. Hak-hak normatif pegawai honorer tetap menjadi perhatian kami,” ujar Wakil Bupati.

Aksi ditutup dengan damai dan tertib, setelah aspirasi massa dicatat dan diterima secara resmi oleh perwakilan pemerintah dan aparat kepolisian.

Ril

Dra. Yetti Defrina, Perempuan Berdarah Aceh yang Konsisten Menggerakkan Perubahan: “Sebelum Berhasil, Pantang Menyerah”

Medan | GeberNews.com – Sosok perempuan berdarah Aceh ini tak asing lagi di kalangan aktivis sosial dan organisasi kemasyarakatan. Dra. Yetti Defrina, nama yang lekat dengan semangat perjuangan dan dedikasi tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat, kembali menjadi sorotan publik sebagai penggerak perubahan yang konsisten.

Dengan moto hidupnya yang tegas, “Sebelum Berhasil, Pantang Menyerah”, Yetti terus melangkah tanpa kenal lelah dalam memperjuangkan keadilan sosial, hak-hak perempuan, serta perlindungan keluarga. Tak hanya aktif dalam berbagai organisasi, ia juga dikenal sebagai narasumber yang lugas dan inspiratif di berbagai forum publik.

Latar belakang pendidikannya yang solid serta kepekaannya terhadap persoalan sosial menjadikan Yetti Defrina sebagai figur pemimpin yang mampu merangkul semua kalangan. Ia tak sekadar hadir sebagai pemimpin formal, tetapi juga sebagai simbol perjuangan dan keteguhan sikap.

“Kerja nyata dan kolaborasi adalah kunci. Tidak cukup hanya bicara, kita harus bergerak,” ungkapnya saat diwawancarai pada Kamis, 15 Mei 2025.

Rekan-rekan organisasinya menyebutnya sebagai pribadi yang bersahaja namun tegas, hangat dalam interaksi namun memiliki prinsip yang kokoh. Di tengah arus perubahan zaman, Yetti tetap setia pada jalur perjuangannya: memperjuangkan suara-suara yang tak terdengar dan memastikan perempuan memiliki posisi yang kuat dalam pembangunan bangsa.

Keberadaannya bukan hanya penting, tetapi menjadi energi perubahan yang terus membara di tengah masyarakat Sumatera Utara dan sekitarnya.

Rere

Pegiat Jurnalistik Desak Klarifikasi Dugaan Suap dan Gratifikasi di DPRD Medan: “Panglima Talam” Jangan Lebih Berkuasa

Medan | GNews.com – Isu dugaan suap dan gratifikasi dalam kerja sama media di lingkungan DPRD Kota Medan kembali mencuat. Rabu (14/5/2025), sejumlah aktivis media yang tergabung dalam Pegiat Jurnalistik kembali mendatangi Gedung DPRD Kota Medan untuk menyerahkan surat permohonan klarifikasi kedua atas persoalan tersebut.

Ketua Pegiat Jurnalistik, Yefita Zebua, S.P.W., mengatakan bahwa surat ini merupakan tindak lanjut dari surat pertama yang telah dikirimkan pada 7 Mei 2025 lalu. Ia menyebut langkah ini penting demi memastikan pemberitaan yang berimbang dan terverifikasi.

“Kali ini kami datang menyampaikan surat resmi kepada Ketua dan Sekretaris DPRD Kota Medan, meminta klarifikasi kedua terkait dugaan suap dan gratifikasi dalam kerja sama media. Dugaan pungli yang kami maksud adalah soal pengutipan uang dari sejumlah media untuk dana kliping dan advertorial, yang diduga disetor kepada oknum staf kehumasan DPRD Kota Medan,” jelas Yefita kepada awak media.

Yefita juga menyoroti dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat di sekretariat DPRD Kota Medan. Salah satunya terkait keputusan kerja sama media yang disebut-sebut harus mendapat “restu” dari koordinator wartawan di lingkungan DPRD.

“Ini sudah tidak masuk akal. Verifikasi media dilakukan oleh humas, tapi untuk bisa kerja sama, media harus ‘dipilih’ oleh koordinator wartawan. Ini bentuk nyata penyalahgunaan wewenang. DPRD punya anggaran, tapi kenapa koordinator wartawan yang menentukan siapa yang bisa kerja sama?” tegasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Pegiat Jurnalistik, Irena Sinaga, SH., menolak segala bentuk diskriminasi dalam dunia pers, dan mengecam praktik yang dianggap melemahkan independensi wartawan.

“Tidak bisa dibiarkan. Kami menolak adanya ‘panglima talam’ yang seolah punya kuasa penuh dalam menentukan nasib media lain. Apa dasar hukumnya pejabat sekretariat menyerahkan kewenangan itu kepada koordinator wartawan?” ujarnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Dofu Gaho, SH., selaku Pembina Pegiat Jurnalistik, turut menyoroti silang pendapat antara Kasi Humas dan Kabag Persidangan DPRD Medan. Menurutnya, informasi yang disampaikan ke publik justru saling bertentangan.

“Satu bilang kerja sama ditentukan oleh koordinator wartawan, tapi rilis resmi Kabag Persidangan menyebut Sekwan yang berwenang. Ada apa ini? Apakah ada ‘gula’ yang diperebutkan hingga terjadi lempar tanggung jawab?” ujarnya.

Dofu juga menegaskan bahwa semangat pemerintahan Presiden Prabowo yang sedang giat melakukan bersih-bersih dari praktik korupsi harus dijadikan momentum. Ia mendorong Polda Sumut dan Kejati Sumut segera turun tangan mengusut tuntas dugaan gratifikasi dan suap tersebut.

Tak hanya fokus pada isu kerja sama media, Pegiat Jurnalistik juga menyoroti indikasi penyimpangan lain seperti pengadaan komputer, alat olahraga, dan perawatan gedung di lingkungan DPRD Kota Medan.

Ril

Simbol Suci Islam Disakralkan di Gudang Non-Muslim, PT Jasa Andalas Perkasa Dikecam Ormas

Medan | GNews.com – PT Jasa Andalas Perkasa menuai kecaman luas setelah ditemukannya ruangan menyerupai tempat ibadah di gudang miliknya di Jalan Pertiwi No. 64, Medan Tembung. Di dalam ruangan itu terdapat patung manusia, dua patung harimau, dan gambar Ka’bah, simbol suci umat Islam.

Ironisnya, pemilik gudang diketahui bukan beragama Islam. Hal ini menimbulkan dugaan kuat terjadinya penistaan terhadap simbol keagamaan, memicu keresahan publik dan reaksi keras dari berbagai ormas Islam.

Temuan ini diungkap aktivis sosial Adi Warman Lubis bersama Ketua Persatuan Islam Sumatera (PIS) Kota Medan, H. Pimpin Lubis, setelah menerima laporan masyarakat. Saat mereka mendatangi lokasi pada Selasa (29/4/2025), akses masuk sempat ditolak oleh petugas keamanan gudang.

“Kami dihadang lebih dari satu jam. Selama itu, penjaga terlihat sibuk menelepon. Kami curiga ada sesuatu yang disembunyikan sebelum kami akhirnya diizinkan masuk,” ungkap Adi.

Saat diperiksa, ditemukan patung-patung serta gambar Ka’bah seperti yang dikeluhkan warga. Namun, tulisan ayat Al-Qur’an yang sempat disebutkan sebelumnya diduga telah dihilangkan.

Mirisnya, Kepling setempat mengaku sudah lama mengetahui ruangan itu namun tak mengambil tindakan. “Ini bukan kelalaian biasa. Ini pembiaran yang berpotensi memicu konflik antarumat,” tegas H. Pimpin.

Dalam mediasi keesokan harinya, pihak perusahaan justru menyodorkan surat pernyataan bermaterai kepada perwakilan ormas, tanpa diskusi atau klarifikasi.

“Belum sempat duduk, langsung disodori surat. Ini bukan itikad baik, tapi seperti ingin menutup-nutupi masalah,” ujar Adi geram.

Ia juga menegaskan bahwa surat resmi klarifikasi sudah dikirimkan kepada pihak perusahaan, namun belum mendapat jawaban. Karena itu, Adi mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat.

“Jika negara tidak hadir, masyarakat bisa bergerak sendiri. Ini soal simbol suci agama. Jangan biarkan bom waktu ini meledak,” tandasnya.

Ormas-ormas Islam kini menuntut proses hukum terhadap pemilik gudang dan menekankan agar pemerintah serta aparat keamanan tidak membiarkan persoalan ini berlalu tanpa kejelasan.

Dodi Suara Prananta

Polres Sergai Gencarkan Sosialisasi, Warga Diminta Berani Lawan Premanisme

Sergai | GeberNews.com – Sebagai langkah serius menekan angka premanisme dan pungutan liar, Polres Serdang Bedagai (Sergai) melalui Seksi Humas terus mengintensifkan kegiatan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 14 Mei 2025 ini dipimpin langsung oleh Ps. Kasi Humas Polres Sergai, Iptu Zulfan Ahmadi, S.H., M.H., bersama personel Sie Humas. Dalam kegiatan tersebut, mereka membagikan brosur berisi panduan tindakan kepada masyarakat jika menghadapi aksi premanisme di lingkungan sekitar.

Iptu Zulfan Ahmadi menjelaskan, Operasi Pekat Toba 2025 menjadi bukti nyata komitmen Polres Sergai dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa operasi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik rawan.

Sementara itu, Ps. Kasubsi Penmas Polres Sergai, Bripka Eka Apriyanto, mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan praktik pungli atau tindak premanisme. “Laporkan segera, baik langsung ke kantor polisi maupun melalui Call Center 110. Kami siap tindaklanjuti dengan cepat dan tegas,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, sejumlah lokasi menjadi sasaran sosialisasi, seperti kawasan perkantoran Mapolres Sergai dan DPRD Sergai, serta tempat usaha di Kecamatan Sei Rampah, Teluk Mengkudu, dan Perbaungan. Di antaranya Pangkalan Gas LPG Siaga, Toko Elektronik Bomba, Toko Mode Fashion, UD Jaya, UD Angga, dan Kilang Beras Pak Menir.

Turut serta dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni Bripda Ibnu Fadilah Sitopu, Zainal, Risky, dan Fajar dari jajaran Sie Humas Polres Sergai.

Polres Sergai berharap, dengan adanya sinergi antara aparat dan masyarakat, wilayah Sergai dapat menjadi contoh daerah yang bersih dari premanisme dan pungutan liar.

Dodi Suara Prananta

Pisah Sambut Camat Batang Kuis, IWBKB Siap Dukung Pemerintahan Baru dengan Pemberitaan Positif

Deli Serdang | GeberNews.com – Momentum serah terima jabatan dan pisah sambut Camat Batang Kuis dari Plt. Camat Beni Haryanto Tambunan, S.STP, M.AP kepada Muhammad Faisal Nasution, S.STP, M.AP berlangsung khidmat di Aula Kantor Camat Batang Kuis, Jalan Muspika, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (9/5/2025).

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Ikatan Wartawan Batang Kuis Bersatu (IWBKB) Muhammad Irwansyah Putra bersama jajaran pengurus KSB. Kehadiran IWBKB menjadi simbol dukungan media terhadap sinergi positif antara pemerintahan kecamatan dan insan pers.

Muhammad Faisal Nasution sendiri merupakan camat definitif yang baru saja dilantik oleh Bupati Deli Serdang, dr. Asri Ludin Tambunan. Serah terima jabatan tersebut menjadi momen awal untuk membangun semangat kolaboratif di wilayah Batang Kuis.

Ketua IWBKB yang akrab disapa Wawan menyampaikan harapan besar kepada camat baru agar membawa angin segar dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Selamat bertugas, Pak Camat! Semoga kehadiran Bapak menjadi keberkahan bagi Kecamatan Batang Kuis, membawa kemajuan yang sehat, sejahtera, religius, dan tentu diperhitungkan di antara kecamatan lainnya,” ucap Wawan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Wawan menegaskan bahwa pihaknya siap menjalin kemitraan aktif bersama Forkopimcam dalam menciptakan iklim pemberitaan yang sehat, edukatif, dan konstruktif.

“IWBKB siap bersinergi menyampaikan informasi yang membangun. Harapan kami, desa-desa di Batang Kuis bisa menjadi Desa IDAMAN yang patut dibanggakan,” tuturnya.

Acara ini dihadiri pula oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur Forkopimcam, menandai komitmen bersama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Batang Kuis.

Satria/Indah

Patroli Ditingkatkan, Polres Langkat Antisipasi Preman dan Pungli

Langkat | GeberNews.com – Upaya mengantisipasi aksi premanisme dan pungutan liar, Satuan Samapta Polres Langkat meningkatkan kegiatan patroli di wilayah hukumnya, Selasa 13 Mei 2025.

Patroli difokuskan di kawasan aktivitas ekonomi masyarakat, seperti pasar tradisional, toko perhiasan, objek vital, serta area perbankan di sekitar Kota Stabat.

Selain patroli, personel juga melakukan pendekatan dialogis kepada warga. Masyarakat diajak berperan aktif menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melaporkan gangguan ke Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH. SIK. M. Si, melalui Kasi Humas menyatakan bahwa aksi premanisme dan pungli merupakan bentuk kejahatan jalanan yang merugikan masyarakat. Tindakan ini termasuk dalam sasaran Operasi Pekat Toba 2025 yang digelar dari awal hingga akhir Mei di seluruh wilayah hukum Polres Langkat.

“Penindakan terhadap pelaku premanisme dan pungli menjadi salah satu prioritas utama. Tujuannya untuk menekan segala bentuk gangguan kamtibmas, khususnya bagi masyarakat dan pelaku usaha,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan serta membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dodi Suara Prananta

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.