BBM Langka Pascabanjir Medan, Ketum DPP TKN Kompas Nusantara Tegur Pertamina, Negara Diminta Hadir Lindungi Rakyat

0
132

Medan | GeberNews.com — BBM Langka Pascabanjir Medan, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis menegur Pertamina, Negara Diminta Hadir Lindungi Rakyat. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) usai banjir besar yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025 dinilai telah berkembang menjadi persoalan serius yang mengganggu aktivitas harian warga. Sejumlah SPBU terpaksa menutup pelayanan akibat kehabisan pasokan, sementara antrean panjang kendaraan di SPBU yang masih beroperasi memicu kemacetan di berbagai ruas jalan utama serta memperlambat perputaran ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Adi Warman Lubis saat diwawancarai di Medan, Minggu, 30 November 2025. Ia menegaskan bahwa ketersediaan energi merupakan kebutuhan dasar rakyat yang seharusnya mendapat perhatian penuh, terutama di tengah situasi pascabencana.

“BBM adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika distribusinya terganggu setelah bencana, dampaknya langsung terasa. Negara, melalui Pertamina, harus memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan optimal dalam kondisi apa pun,” tegas Adi.

Menurutnya, kelangkaan BBM telah berdampak luas ke berbagai sektor kehidupan. Aktivitas bekerja menjadi tersendat, banyak orang tua kesulitan mengantar dan menjemput anak sekolah, pedagang kecil tidak dapat berjualan keliling secara maksimal, serta layanan transportasi daring seperti ojek online dan taksi online turut terganggu karena keterbatasan bahan bakar.

“Masyarakat terpaksa mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter bensin. Kemacetan terjadi di mana-mana, waktu produktif terbuang, dan pendapatan harian menurun. Kondisi ini tentu sangat memberatkan rakyat kecil,” ungkapnya.

Adi juga menyoroti kondisi warga yang kehabisan BBM di tengah perjalanan hingga harus mendorong kendaraan karena SPBU tujuan kehabisan stok.

“Kita melihat warga, termasuk orang tua dan mereka yang secara fisik terbatas, harus menghadapi situasi yang sulit. Ini kondisi yang seharusnya dapat dicegah apabila distribusi berlangsung cepat dan tepat,” katanya.

Ia menambahkan, keadaan semakin berat lantaran kios pengecer BBM eceran di sejumlah titik ikut kehabisan stok. Akibatnya, masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain mengandalkan SPBU yang masih beroperasi meski harus menghadapi antrean panjang.

Untuk mengatasi situasi tersebut, Adi mendesak PT Pertamina agar segera menjalankan langkah tanggap darurat, termasuk mengerahkan armada mobil tangki langsung ke titik-titik kebutuhan masyarakat demi mempercepat pemerataan pasokan.

“Pertamina perlu lebih proaktif turun ke lapangan. Distribusi harus dipercepat dan diperluas agar pasokan segera merata sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Adi juga mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar tidak mengeluarkan kebijakan yang dapat menambah beban masyarakat, termasuk wacana penyesuaian harga BBM maupun tarif kebutuhan dasar lainnya di tengah kondisi ekonomi warga yang masih terdampak bencana.

“Masyarakat sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka. Pemerintah perlu memberi penguatan dan perlindungan, bukan kebijakan yang justru menambah tekanan bagi rakyat,” katanya.

Adi Warman Lubis menegaskan, BBM bukan sekadar bahan bakar kendaraan, melainkan penopang utama roda kehidupan dan perekonomian masyarakat.

“Ketika energi terdistribusi dengan baik, aktivitas warga bisa kembali normal. Karena itu, negara harus memastikan pasokan BBM tetap terjaga dalam situasi apa pun,” pungkasnya.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini