Bukan Sekadar Seremonial, Kepedulian Lintas Organisasi Sasar Lansia dan Warga Kurang Mampu

0
10

MEDAN | GeberNews com – Kepedulian terhadap masyarakat tidak boleh berhenti pada seremoni. Hal itu ditunjukkan sejumlah organisasi, yayasan dan komunitas yang terus membangun kolaborasi sosial untuk membantu masyarakat, khususnya para lanjut usia (lansia) dan warga yang berada di bawah garis kemiskinan.

Kegiatan sosial yang digelar secara rutin setiap Jumat tersebut menjadi wadah bagi berbagai elemen masyarakat untuk turun langsung dan memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan.

Ketua Yayasan Lansia Merdeka Indonesia, dr. Hartono Candra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian yang dilakukan secara rutin.

“Ini merupakan kegiatan rutin yang kami buat setiap Jumat. Semoga kegiatan ini bisa berguna untuk membantu masyarakat umum, khususnya lansia,” ujar Hartono.

Semangat serupa disampaikan Ketua SKI (Salur Kasih Indonesia), Herman. Ia menegaskan, kepedulian terhadap masyarakat harus dilakukan tanpa melihat perbedaan latar belakang.

“Kami tetap berusaha dan berbuat baik untuk masyarakat luas tanpa memandang suku, ras maupun agama,” tegas Herman.

Kolaborasi Kemanusiaan Sudah Berjalan Lama

Ketua Umum LSM TKN (Tim Kenziro Kompas Nusantara), Adi Lubis, mengatakan kegiatan tersebut bukanlah sesuatu yang baru bagi pihaknya.

Menurut Adi, selama ini pihaknya terus membangun kolaborasi bersama berbagai organisasi dan komunitas, di antaranya Yayasan Lansia Merdeka Indonesia, SKI Salur Kasih Indonesia, KISS Komunitas Indonesia Semua Suku dan Naga Karimata.

“Ini bukanlah hal baru. Kami selalu bekerja sama dan berkolaborasi bersama rekan-rekan kita dari berbagai organisasi dan komunitas,” ujar Adi.

Ia menyebutkan, semangat kolaborasi tersebut juga telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk saat bencana alam melanda Aceh dan Sumatera Utara.

“Kami puluhan kali berangkat ke Aceh Tamiang. Bahkan tanggal 24 Agustus kami berangkat ke Banda Aceh membawa bansos bersama Pomdam Iskandar Muda Banda Aceh,” katanya.

Adi menambahkan, pihaknya juga pernah menyambangi salah satu pesantren di Ulee Kareng, Aceh Besar. Menurutnya, kegiatan kemanusiaan mampu mempererat hubungan antarsesama meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.

“Di salah satu pesantren di Ulee Kareng, Aceh Besar, kami adalah saudara walau tak sedarah. Kami tidak membedakan suku, ras, agama maupun warna kulit,” tegasnya.

Bagi Adi, membantu sesama merupakan bentuk nyata keberadaan seseorang di tengah masyarakat.

“Bagi kami, berbuat baik itu penting. Jadi orang baik itu harus dan kita harus berarti untuk orang lain,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Medan Beri Apresiasi

Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Medan, Zaki Udin Harahap, yang hadir bersama istri, putri dan rombongan.

Dalam sambutannya, Zaki memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat. Ia bahkan berharap kepedulian serupa dapat berkembang di setiap kecamatan.

“Andaikan setiap kecamatan ada yang peduli dan dibuat seperti ini, pasti masyarakat akan sangat senang dan terbantu,” ujarnya.

Zaki juga menyatakan dukungannya agar kegiatan tersebut terus berjalan. Dukungan, kata dia, dapat diberikan baik secara moril maupun materil. “Kegiatan ini harus tetap terlaksana,” tegasnya.

Perbedaan Dijadikan Kekuatan, Bukan Sekat

Ketua Yayasan Lansia Merdeka Indonesia, dr. Hartono Candra, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.

Secara khusus, ia mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota Medan Zaki Udin Harahap bersama istri, putri dan rombongan.

Hartono menegaskan, perbedaan organisasi dan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang dalam melakukan kegiatan sosial.

“Kami ini berbeda-beda organisasi dan kalangan, tetapi bukan perbedaan itu yang kami buat menjadi penyekat. Kami buat seperti pelangi yang memperindah pemandangan,” ungkapnya.

Ia memastikan kegiatan sosial tersebut akan terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Ke depan kami akan tetap berusaha untuk berbuat lebih dan membantu masyarakat, terkhusus masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dan lansia,” tegas Hartono.

Sementara itu, Ketua Umum KISS Komunitas Indonesia Semua Suku, Akiong, yang tidak dapat hadir karena urusan mendadak, menyampaikan dukungannya melalui sambungan telepon.

Akiong menegaskan bahwa perbedaan ras, suku, agama dan latar belakang bukan alasan untuk terpecah.

“Kami ini berbeda-beda ras, suku, agama dan latar belakang. Tetapi kami NKRI dan satu dalam kebersamaan,” tegas Akiong.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi lintas organisasi dapat menjadi kekuatan dalam menghadirkan kepedulian nyata. Dengan semangat kebersamaan, para pihak yang terlibat berharap gerakan sosial tersebut dapat terus berjalan dan menjangkau semakin banyak lansia serta masyarakat yang membutuhkan.

(D9di R. Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini