Deli Erlina, Wapemred GeberNews.com: Santri Harus Berilmu, Berakhlak dan Rendah Hati

0
24

MEDAN | GeberNews.com — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri santri sebagai generasi yang berilmu, berakhlak, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, masyarakat dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Deli Erlina, Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) GeberNews.com, dalam pesan dan refleksinya pada peringatan Hari Santri Nasional, Kamis, 22 Oktober 2026.

Deli Erlina menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh santri yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia maupun di mana pun berada. Menurutnya, menjadi seorang santri bukan sekadar menempuh pendidikan di pesantren atau lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter melalui ilmu, akhlak, kesabaran, kesederhanaan dan keikhlasan.

“Bangga menjadi bagian dari generasi yang menjunjung tinggi ilmu dan akhlak, serta belajar tentang kesederhanaan, kesabaran dan keikhlasan. Semoga nilai-nilai tersebut terus tumbuh dalam diri generasi muda dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menegaskan, kesederhanaan bukan tanda kekurangan, kesabaran bukan tanda kelemahan, dan keikhlasan bukan berarti menyerah.

Ketiganya merupakan nilai penting yang harus terus melekat dalam diri seorang santri.

“Teruslah menuntut ilmu dengan semangat yang tidak pernah padam. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas dalam pemahaman, tetapi juga mulia dalam perbuatan.

Semakin banyak ilmu yang kalian peroleh, semakin rendah hati kepada sesama dan semakin dekat langkah kalian kepada Allah SWT,” pesannya.

Pesan Khusus untuk Anak Tercinta

Di tengah pesannya kepada seluruh santri, ia juga menyampaikan pesan khusus yang penuh kasih kepada anak kandungnya tercinta yang sedang menempuh perjalanan menuntut ilmu.

“Bunda ingin menyampaikan pesan paling tulus dari hati Bunda kepadamu.

Tetaplah bersabar, wahai anakku. Dalam kesabaran ada kemudahan dari Allah.

Jangan pernah merasa berat ketika lelah menghampiri, karena setiap tetes keringatmu dalam menuntut ilmu adalah bagian dari perjuangan yang sangat berharga,” ungkapnya.

Ia meminta anaknya untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai kesulitan.

“Teruslah bersemangat. Jangan pernah menyerah menapaki jalan kebaikan. Ingatlah, ilmu yang kau cari adalah cahaya yang akan menerangi hidupmu kelak. Dan yang paling penting, semakin tinggi ilmumu, semakin rendah hatimu kepada sesama,” pesannya.

Ia pun mendoakan agar anaknya senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, menjadi anak yang berbakti, memiliki ilmu yang bermanfaat, serta menjadi kebanggaan keluarga di dunia dan akhirat.

Santri Harus Menjadi Cahaya di Tengah Masyarakat

Menutup pesannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang santri bukan semata-mata diukur dari seberapa banyak ilmu yang dikuasai, melainkan seberapa besar ilmu tersebut mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

“Ilmu yang sejati adalah ilmu yang mengingatkan kita kepada Sang Pencipta, bukan ilmu yang membuat kita merasa lebih tinggi daripada sesama,” tegasnya.

Ia berharap para santri mampu menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama, berakhlak mulia, rendah hati, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

“Jadilah penerang di lingkungan masing-masing, penyejuk bagi keluarga, teladan bagi masyarakat, serta kebanggaan bagi agama dan bangsa.

Tetap teguh pada prinsip kebaikan. Jangan pernah ragu bahwa setiap usaha yang dilakukan di jalan Allah tidak akan pernah sia-sia,” pungkasnya.

Selamat Hari Santri Nasional 2026.
Santri berilmu, santri berakhlak, santri berintegritas, menjadi generasi yang menguatkan negeri dan membawa manfaat bagi umat.

(Dodi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini