

Medan | GeberNews.com — DR Ali Yusran Gea, S.H., M.Kn., M.H., menegaskan tiga pilar utama yang menjadi fondasi gerakan organisasi Purbaya Indonesia, yakni idealisme, keberanian menjadi penyambung lidah rakyat, dan kemandirian. Tiga prinsip tersebut, menurutnya, merupakan landasan penting untuk mengubah pola pikir bangsa serta mengembalikan arah pembangunan agar tetap sesuai dengan nilai-nilai konstitusi dan kepentingan rakyat.
Dalam wawancara pada Jumat, 28 November 2025, di Medan, Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia itu menyoroti merosotnya fungsi legislatif di berbagai tingkatan. Ia menilai lembaga legislatif telah jauh dari amanat konstitusi dan gagal menjadi representasi suara rakyat yang sesungguhnya.
“Fungsi legislatif saat ini tidak berjalan sesuai amanat konstitusional. Mereka kehilangan jati diri dan tidak lagi benar-benar mewakili suara rakyat. Karena itu Purbaya Indonesia hadir untuk menyuarakan kepentingan bangsa dan negara sekaligus menjadi penyambung lidah rakyat,” tegas DR Gea.
Ia mengingatkan para pejabat dan pemegang kekuasaan agar tidak melupakan hak-hak rakyat. Menurutnya, suara rakyat adalah suara Tuhan, sehingga harus dihargai, didengar, dan dijadikan pegangan dalam setiap kebijakan negara.
Purbaya Indonesia, lanjut DR Gea, berkomitmen menjalankan seluruh langkah dan program kerja dengan hati nurani yang tulus dan ikhlas demi kemakmuran bersama. Ia berharap seluruh jajaran organisasi, mulai dari DPP, DPW, hingga DPD di kabupaten/kota, tetap teguh memegang tiga prinsip utama tersebut.
Lebih lanjut, DR Gea menegaskan bahwa Purbaya Indonesia menargetkan lahirnya generasi pemimpin baru yang bersih dan berintegritas. Ia ingin organisasi ini menjadi kawah candradimuka yang melahirkan pemimpin yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme di seluruh tingkatan pemerintahan.
“Jika kita berhasil melahirkan pemimpin yang bersih dan berintegritas, maka praktik KKN akan tersingkir. Negara kita akan menjadi lebih bersih, makmur, sejahtera, dan kaya bersama,” ujarnya penuh keyakinan.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif seluruh pengurus maupun simpatisan untuk membesarkan Purbaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Semangat kebersamaan, katanya, adalah kekuatan utama organisasi ini dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Dalam kesempatan itu, DR Gea juga menyampaikan harapan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar menjalankan roda pemerintahan sesuai konstitusi, terutama dalam aspek hukum, ekonomi, politik, pendidikan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
Ia kembali menegaskan bahwa Purbaya Indonesia bukan organisasi bisnis, tetapi organisasi kemanusiaan yang menjunjung nilai keadilan dan keberadaban.
“Organisasi ini berdiri di atas tiga prinsip utama: idealisme, penyambung lidah rakyat, dan kemandirian. Itulah napas perjuangan kami,” tutupnya.
(Dodi Geber)








