

GeberNews.com | Medan — Ketua Umum Akuatik Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kabir Bedi, menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak boleh keluar dari sistem resmi yang telah ditetapkan secara nasional.
Hal ini disampaikannya kepada media, Senin (20/4/2026), dengan menyoroti masih adanya kecenderungan sebagian pihak yang mengikutsertakan atlet ke kejuaraan luar negeri di luar kalender resmi, seperti di Malaysia.
Menurutnya, langkah tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap pembinaanGeberNews.com prestasi, karena hasilnya tidak tercatat dalam sistem nasional sehingga tidak bisa dijadikan tolok ukur perkembangan atlet.
“Kalau tidak masuk kalender nasional, hasilnya tidak bisa dijadikan ukuran. Pembinaan jadi tidak jelas arahnya,” tegasnya.
Kabir menekankan bahwa jalur pembinaan atlet harus dimulai dari seleksi tingkat kabupaten/kota, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi, hingga akhirnya berlaga di kejuaraan nasional di Jakarta sebagai tolok ukur resmi prestasi.
Ia mencontohkan keberhasilan dua atlet Sumatera Utara pada ajang KRAPSI yang mampu menembus limit dan tampil di kejuaraan nasional.
Catatan waktu yang mereka raih diakui secara resmi dan menjadi indikator perkembangan atlet.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa atlet yang memenuhi standar akan mendapat dukungan pembiayaan dari provinsi. Sementara itu, atlet yang belum mencapai limit tetap diberi kesempatan bertanding dengan biaya mandiri.
“Kalau mau prestasi diakui, ikuti jalurnya. Jangan lompat-lompat ke event yang tidak jelas ukurannya,” ujarnya.
Kabir berharap seluruh pengurus di daerah dapat lebih disiplin dalam menerapkan sistem pembinaan, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet yang siap bersaing di tingkat nasional.
(Syahdan)








