

GeberNews.com | Medan — Kericuhan yang terjadi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Minggu (19/4/2026), menuai sorotan. Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Sumut mengungkap dugaan adanya agenda terselubung yang disisipkan oleh oknum tertentu dalam kegiatan tersebut.

Ketua Umum PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, menegaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh upaya sistematis yang dinilai mencoba mempolitisasi institusi KAMMI melalui agenda tambahan yang tidak sah.

Menurutnya, izin awal penggunaan Aula Raja Inal Siregar diberikan untuk kegiatan internal Keluarga Alumni KAMMI (KAKAMMI) Sumut. Namun dalam pelaksanaannya, ditemukan adanya agenda lain yang disisipkan secara sepihak dan mengatasnamakan PW KAMMI Sumut tanpa persetujuan resmi.
“Kami sangat menyayangkan adanya oknum yang mencoba memasukkan agenda di luar kesepakatan resmi organisasi. Ini merupakan pelanggaran berat yang mencoreng independensi serta mengganggu ketertiban internal KAMMI di wilayah Sumatera Utara,” ujar Irham.
Ia juga menekankan bahwa lokasi kegiatan berada di lingkungan Kantor Gubernur Sumut yang merupakan objek vital negara. Karena itu, segala bentuk kegaduhan akibat agenda non-prosedural dinilai tidak dapat dibenarkan karena berpotensi mengganggu stabilitas di lingkungan pemerintahan.
Meski demikian, PW KAMMI Sumut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) atas langkah cepat dalam menangani situasi di lapangan.
Pemprov dinilai proaktif dalam menjalin komunikasi serta menunjukkan profesionalisme melalui pihak keamanan dan staf yang bertindak sebagai mediator guna meredam konflik agar tidak meluas.
Di bawah kepemimpinan Irham Sadani Rambe, PW KAMMI Sumut menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga khitah perjuangan organisasi, melindungi simbol KAMMI dari penyalahgunaan, serta memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami mengimbau kepada seluruh kader dan alumni untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta tidak mudah terprovokasi oleh gerakan yang mencoba memecah belah soliditas KAMMI di Sumatera Utara,” tutup Irham.
(Wisnu Sembiring)








