Kades Jaba Dianiaya, Oknum Aparat Kecamatan Dilaporkan ke Polsek Namorambe

0
94

Namorambe | GeberNews.com – Kades Jaba Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang, Rusdi Surbakti, resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Namorambe setelah diduga dicekik dan dijatuhkan ke aspal oleh seorang pria berinisial RG. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani perawatan medis.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi saat Rusdi Surbakti hendak menuju sebuah warung kopi di Desa Jaba dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya di lokasi, ia mendapati kendaraan milik terlapor RG diparkir melintang hingga menutup akses jalan. Situasi tersebut memicu adu mulut antara keduanya.

Cekcok yang awalnya bersifat verbal itu berubah menjadi aksi kekerasan. Berdasarkan keterangan dalam laporan kepolisian, terlapor RG diduga secara tiba-tiba mencekik korban hingga terjatuh terlentang di atas badan jalan beraspal. Aksi tersebut mengejutkan warga sekitar yang kemudian berupaya melerai dan memberikan pertolongan.
Korban yang mengalami luka-luka selanjutnya dibawa untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif di rumah sakit. Kondisi korban pascakejadian menjadi perhatian warga, mengingat Rusdi Surbakti merupakan kepala desa aktif yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.

Atas peristiwa itu, Rusdi Surbakti menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polsek Namorambe. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/4/I/2026/SPKT/Polsek Namorambe tertanggal 21 Januari 2026, dan ditandatangani oleh Ka SPKT Polsek Namorambe, AIPDA Rinto Sihotang.
Dalam laporan tersebut, terlapor RG disangkakan melanggar Pasal 466 dan atau Pasal 471 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Saat ini, penyidik Polsek Namorambe tengah melakukan proses penyelidikan guna mengungkap secara objektif rangkaian peristiwa dugaan penganiayaan tersebut.

Informasi yang diperoleh dari Kantor Camat Namo Rambe menyebutkan bahwa RG merupakan oknum aparat pemerintah yang mengurusi salah satu pekerjaan teknis di lingkungan Kecamatan Namo Rambe. Fakta ini menambah sorotan publik terhadap kasus tersebut, mengingat dugaan kekerasan dilakukan oleh sesama aparatur pemerintahan.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat setempat yang berharap aparat penegak hukum bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani laporan dugaan penganiayaan terhadap kepala desa tersebut.

(Rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini