Kapolres Gowa Turun Langsung Amankan Tompobulu, Edukasi Warga Agar Tidak Main Hakim Sendiri

0
74

Gowa | GeberNews.com — Kapolres Gowa, AKBP. M. Aldy Sulaiman, turun langsung ke Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, menyusul peristiwa pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial A (47). Korban diduga diamuk massa setelah dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas. Peristiwa tersebut sempat mencekam dan videonya viral di media sosial, Jumat (5/12/2025).

Merespons situasi darurat itu, pada Rabu malam, 3 Desember 2025, Kapolres Gowa bergerak cepat bersama jajarannya menuju lokasi kejadian. Bahkan, demi memastikan keamanan dan stabilitas wilayah, Kapolres beserta personel Polres Gowa menginap di kawasan tersebut.

Kapolres bersama anggota menyusuri rute yang dilalui massa saat mengarak korban, mendatangi lokasi awal pengeroyokan, serta memantau langsung kondisi masyarakat pascakejadian untuk mencegah potensi konflik lanjutan.

Keesokan harinya, Kamis, 4 Desember 2025, Kapolres Gowa menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarakat Desa Tompobulu. Dalam kesempatan itu, AKBP. M. Aldy Sulaiman memberikan edukasi serta imbauan tegas agar masyarakat tidak lagi melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Kita boleh membenci perilaku dan perbuatannya, tetapi jangan sampai membenci manusianya,” tegas Aldy di hadapan warga.

Ia mengingatkan bahwa tindakan balas dendam atau kekerasan hanya akan menimbulkan persoalan hukum baru dan memperkeruh situasi keamanan di tengah masyarakat.

Kapolres juga menyampaikan sejak peristiwa tersebut mencuat ke publik, pihaknya telah mengerahkan seluruh unsur pengamanan, mulai dari Polsek jajaran, fungsi Reskrim Polres Gowa, hingga melibatkan pemerintah kecamatan dan desa.

“Alhamdulillah, situasi saat ini sudah kondusif. Kami telah melakukan olah TKP dan langkah-langkah pengamanan untuk memastikan kondisi tetap terkendali,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga telah memeriksa sejumlah warga yang diduga mengetahui atau terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap korban A.

Terkait kondisi perempuan penyandang disabilitas yang diduga menjadi korban rudapaksa, Aldy menyampaikan bahwa korban saat ini masih menjalani perawatan medis.

“Korban mengalami penganiayaan dan pelecehan seksual. Saat ini masih dirawat di rumah sakit dan mendapatkan penanganan intensif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mengingat korban memiliki kebutuhan khusus, pendampingan dilakukan secara lebih terkoordinasi melalui tenaga medis serta perangkat desa.

“Insya Allah kondisi korban terus membaik. Jika tidak hari ini atau sore ini, kemungkinan besok sudah dapat dipulangkan,” tambahnya.

Untuk memastikan situasi benar-benar terkendali, Kapolres Gowa juga memimpin pertemuan besar yang dihadiri oleh seluruh kepala desa, kepala dusun, lurah, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

“Kami mengumpulkan seluruh unsur masyarakat untuk menyamakan persepsi, agar tidak ada aksi balasan atau tindakan sepihak yang dapat memicu konflik baru,” katanya.

Kapolres menegaskan bahwa penyelesaian masalah harus melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan.

Menutup arahannya, AKBP. M. Aldy Sulaiman menyampaikan tiga pesan penting kepada masyarakat Tompobulu. Pertama, masyarakat diminta tidak main hakim sendiri, meski pelaku diduga melakukan perbuatan yang sangat meresahkan. Kedua, seluruh persoalan hukum diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai aturan. Ketiga, masyarakat diminta menjaga kondusifitas desa karena keamanan merupakan tanggung jawab bersama.

“Intinya kita semua harus menjaga agar Kecamatan Tompobulu tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini