GeberNews.com | Medan — Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Tim Kenziro Kompas Nusantara (DPP LSM TKN), sekaligus Ketum Pagar UNRI Prabowo–Gibran untuk Negara Republik Indonesia, Adi Warman Lubis, menegaskan dukungan penuh dan tanpa syarat terhadap langkah tegas Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., beserta jajaran dalam memberantas narkoba, perjudian, begal, tawuran, serta berbagai penyakit masyarakat lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Adi Warman Lubis pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Kantor DPP TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, S.H. No. 202, Kota Medan.
Menurut Adi, langkah tegas dan konsisten yang dilakukan Kapolda Sumut bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan bentuk nyata perang terbuka terhadap kejahatan yang selama ini menggerogoti sendi-sendi kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh tunduk, apalagi kalah, terhadap bandar narkoba, pelaku begal, dan mafia perjudian yang merusak masa depan generasi bangsa.
“Ini bukan lagi penindakan biasa, ini perang total. Tidak boleh ada kompromi dan tidak boleh ada negosiasi. Narkoba, begal, dan judi adalah musuh bersama yang harus disikat habis sampai ke akar-akarnya,” tegas Adi.
Ia juga menyoroti pentingnya ketegasan aparat dalam membersihkan internal jika ditemukan adanya keterlibatan oknum. Menurutnya, tidak boleh ada toleransi terhadap siapa pun yang terlibat, baik sebagai pembeking maupun pengguna.
“Jika ada oknum aparat yang terlibat, baik sebagai pembeking apalagi sebagai pemakai, harus ditindak tegas tanpa kompromi. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat bahwa hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adi menilai Sumatera Utara saat ini berada dalam kondisi darurat narkoba dan maraknya praktik perjudian, yang berdampak langsung terhadap meningkatnya kriminalitas, kemiskinan, hingga rusaknya tatanan sosial di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penindakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menyasar hingga ke aktor utama di balik jaringan besar.
“Jangan berhenti di pemain kecil. Bongkar sampai ke bandar besar, ke cukong, dan siapa pun yang berada di belakangnya. Jika ada yang terlibat, bersihkan tanpa pandang bulu. Hukum harus tegak, tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya.
Adi juga menekankan pentingnya transparansi dan konsistensi aparat dalam menjalankan penegakan hukum agar kepercayaan publik tetap terjaga. Ia mengingatkan bahwa masyarakat saat ini menuntut bukti nyata, bukan sekadar janji.
“Publik melihat dan menilai. Jika penegakan hukum dilakukan setengah hati, kepercayaan akan runtuh. Tapi jika dilakukan dengan tegas dan adil, masyarakat pasti akan mendukung,” katanya.
Selain itu, Adi Warman Lubis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memerangi narkoba dan penyakit masyarakat. Ia menilai keberanian masyarakat untuk melapor menjadi kunci penting dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
“Jangan takut. Jika masyarakat berani bersatu dan melawan, maka kejahatan akan semakin terdesak. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menyelamatkan Sumatera Utara,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Adi kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah Kapolda Sumut dalam menciptakan wilayah yang bersih dari narkoba, judi, dan berbagai bentuk kejahatan lainnya.
“Sumatera Utara harus bersih. Tidak ada tempat bagi bandar narkoba dan mafia judi. Siapa pun yang mencoba merusak daerah ini harus berhadapan dengan hukum. Ini harga mati,” pungkasnya.
(Kardo)







