Semarak Ibadah HUT GKI di Tanah Papua ke-69 di Jemaat Yudea Waghete: Wujud Iman dan Syukur yang Mempersatukan

0
143

Deiyai | GeberNews.com – Ibadah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua ke-69 berlangsung penuh hikmat dan sukacita di Gedung Gereja Jemaat Yudea Waghete, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu, 26 Oktober 2025, pukul 09.00 WIT. Ibadah agung ini dipimpin oleh Pnt. Robert Aolinggi, S.Pd., dan dihadiri sekitar 300 jemaat yang memadati gedung gereja dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam.

Perayaan HUT GKI di Tanah Papua ke-69 tahun ini mengusung tema: “Yesus Kristus Membebaskan dan Mempersatukan” serta subtema: “Sehati Beriman Menuju Peradaban Papua Baru.” Tema ini menjadi refleksi mendalam bagi jemaat tentang pentingnya hidup dalam persatuan iman di tengah keberagaman, sekaligus menjadi pengingat akan kasih dan karya Tuhan bagi tanah Papua.

Uraian Acara Ibadah:

Pukul 09.13 WIT – Ibadah dimulai dengan Panggilan Ibadah yang dibuka dengan sapaan hangat “Syalom” kepada seluruh jemaat. Dalam pengantar ibadah, disampaikan pesan penuh makna tentang perjalanan iman GKI di Tanah Papua yang telah mengubah sejarah gelap Papua menjadi terang melalui kehadiran utusan Tuhan seperti Otto dan Geissler. Ditegaskan pula bahwa tanggal 26 Oktober 1956 ditetapkan sebagai hari lahir GKI di Tanah Papua, yang hingga kini terus berpihak pada keadilan dan kebenaran.

Pukul 09.18 WIT – Jemaat menaikkan Nyanyian Pujian penuh semangat dan sukacita.

Pukul 09.20 WIT – Acara dilanjutkan dengan pembukaan, salam, serta doa pembukaan.

Pukul 09.22 WIT – Jemaat kembali melantunkan Nyanyian Pujian.

Pukul 09.23 WIT – Dilakukan Pengakuan Dosa yang menjadi momen refleksi bagi seluruh jemaat. Dalam pengakuan dosa disampaikan bahwa selama 69 tahun perjalanan GKI di Tanah Papua, Yesus Kristus senantiasa menyertai gereja-Nya, meski terkadang umat menyimpang dari kehendak-Nya. Karena itu, seluruh jemaat diajak untuk kembali pada jalan kebenaran.

Pukul 09.24 WIT – Berita Anugerah dibacakan, menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak terbatas dan setiap orang yang mengakui dosanya dengan sungguh akan diampuni, sebab Tuhan penuh rahmat dan kebaikan.

Pukul 09.26 WIT – Petunjuk Hidup Baru disampaikan agar seluruh jemaat hidup sebagai anak-anak terang, karena kini telah menjadi umat yang dikasihi dan diselamatkan oleh Allah.

Pukul 09.27 WIT – Pemberitaan Firman Tuhan diambil dari Kitab Ibrani 11:1–40 dengan tema “Iman yang Mempersatukan Kita.” Dalam khotbah yang disampaikan oleh Pnt. Robert Aolinggi, S.Pd., dijelaskan bahwa jemaat Ibrani tetap teguh mempertahankan iman mereka meski harus menghadapi penderitaan dan penganiayaan.

Ia menyoroti teladan iman para tokoh Alkitab seperti Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Sara, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Rahab, Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, dan Samuel — yang semuanya menjadi saksi ketaatan dan keteguhan iman kepada Allah.

Dalam pesan khotbahnya, Pnt. Robert menegaskan bahwa ketekunan dalam berbuat kebaikan harus menjadi bagian dari hidup orang percaya. Meskipun dunia penuh tantangan, iman sejati akan menghasilkan buah kebenaran. Sebab Allah telah menyediakan yang terbaik bagi umat-Nya, dan tanpa iman, manusia tidak dapat mencapai kesempurnaan hidup rohani.

Usai penyampaian Firman Tuhan, jemaat memasuki saat teduh sebagai waktu perenungan dan ucapan syukur atas karya penyelamatan Allah.

Pukul 10.00 WIT – Ungkapan Syukur (Persembahan) diiringi Nyanyian Jemaat.

Pukul 10.03 WIT – Doa Persembahan dipanjatkan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan.

Pukul 10.09 WIT – Pengakuan Iman dibacakan sesuai Pengakuan Iman di Tanah Papua.

Pukul 10.12 WIT – Jemaat kembali menaikkan Nyanyian Pujian.

Pukul 10.15 WIT – Doa Syafaat dipanjatkan dan ditutup dengan Doa Bapa Kami.

Pukul 10.17 WIT – Nyanyian Pujian Jemaat kembali menggema di dalam gedung gereja.

Pukul 10.20 WIT – Doa Pengutusan dan Berkat disampaikan.

Pukul 10.25 WIT – Ibadah ditutup dengan penuh rasa damai dan sukacita di antara jemaat.

Usai ibadah utama, dilanjutkan acara tambahan yang dipandu oleh Ibu Elvin Parinding dari HHBG Jemaat GKI Yudea Waghete.

Pukul 10.26 WIT – Jemaat bersama-sama menyanyikan Lagu Mars GKI di Tanah Papua dengan penuh semangat dan kebanggaan.

Pukul 10.28 WIT – Sambutan Ketua PHMJ Jemaat Yudea Waghete, Pnt. Marthen Tandi Rerung, S.Pd., M.H., yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh komponen jemaat. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa HUT GKI ke-69 dilaksanakan secara serentak di seluruh gereja berdasarkan instruksi Sinode GKI di Tanah Papua.

Pnt. Marthen juga mengajak seluruh jemaat untuk terus meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bergereja, memperkuat iman, serta melakukan introspeksi diri dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.

Pukul 10.36 WIT – Jemaat menyanyikan Himne GKI di Tanah Papua secara bersama-sama.

Pukul 10.42 WIT – Dilaksanakan Pemotongan Kue Ulang Tahun ke-69 yang berlangsung meriah dan penuh kebahagiaan, disertai lagu Selamat Ulang Tahun yang dinyanyikan oleh seluruh jemaat.

Pukul 10.47 WIT – Acara ditutup dengan pembagian hadiah doorprize yang telah disiapkan panitia sebagai bentuk apresiasi dan kegembiraan bersama.

Perayaan HUT ke-69 GKI di Tanah Papua di Jemaat Yudea Waghete berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan ini menjadi wujud nyata rasa syukur jemaat atas kasih setia Tuhan yang terus menyertai perjalanan Gereja Kristen Injili di Tanah Papua. Semangat iman dan persatuan yang ditunjukkan dalam ibadah ini menjadi bukti bahwa GKI di Tanah Papua terus bertumbuh dan menjadi terang bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.

🟥 Dodi Rikardo | GeberNews.com
🗣️ Mengungkap Segala Fakta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini