Tanggul Rp11,6 M Retak dan Miring, Himpunan Insan Pers Solidaritas Indonesia (HIPSI) Sumut dan DPRD Soroti Proyek: Gubernur Diminta Evaluasi PUPR

0
312

Batubara | GeberNews.com – Proyek pembangunan tanggul penahan air di Sungai Dalu-dalu, Desa Sei Suka, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, senilai Rp11,6 miliar dari APBD Provinsi Sumatera Utara, menjadi sorotan tajam setelah ditemukan retakan dan kemiringan parah pada struktur bangunan meski belum lama rampung dikerjakan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Insan Pers Solidaritas Indonesia (HIPSI) Sumatera Utara, Rizal Syam Lubis, S.E, menilai proyek tersebut sarat kejanggalan dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

“Proyek ini jelas-jelas diduga cacat. Tidak sesuai spek, dan lemahnya pengawasan dari PPK maupun KUPT. Gubernur Sumut Bobby Nasution harus segera turun tangan dan mengevaluasi pejabat terkait,” tegas Rizal.

Kerusakan tanggul yang awalnya viral di media sosial itu langsung mendapat perhatian dari legislatif. Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, Ahmad Hadian, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Kamis, 28 Maret 2025.

“Saya lihat masih banyak pekerjaan belum selesai. Tinggi tanggul tidak rata, ada besi miring dan betonnya sudah retak. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Ahmad Hadian kepada wartawan, Jumat (29/3/2025).

Politisi PKS itu memperingatkan dampak besar jika kondisi tersebut dibiarkan.

“Kalau ini jebol, lebih dari 200 hektare sawah dan dua desa bisa terdampak banjir. Ini proyek vital, jangan main-main,” tegasnya.

Berdasarkan data, proyek ini dikerjakan oleh CV Razasa Agung dengan kontrak kerja dimulai sejak 12 September 2024 senilai Rp11.685.615.000. Sayangnya, pekerjaan tersebut menuai kritik tajam dari masyarakat karena dinilai asal jadi dan tidak menyentuh standar kualitas yang memadai.

Desakan kini mengarah ke Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, yang dikenal tegas terhadap proyek bermasalah. Warga dan aktivis berharap Gubernur segera mengevaluasi Dinas PUPR Sumut beserta kontraktor pelaksana proyek.

“Jangan sampai uang rakyat habis sia-sia untuk proyek yang justru mengancam keselamatan,” tutup Rizal Syam.

(Dodi Suara Prananta)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini