Tun DR. H. Rahmat Shah: ISMI Harus Jadi Pelopor Kepedulian dan Kebersamaan Bangsa

0
153

Medan | GeberNews.com – Tokoh nasional dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI), Tun Dr. H. Rahmat Shah, mengajak seluruh elemen ISMI untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan menjadi motor penggerak kebersamaan dalam keberagaman masyarakat Indonesia.

“ISMI harus berada di garis terdepan dalam membangun semangat nasionalisme dan persatuan. Bahasa Indonesia yang kita junjung hari ini berasal dari akar Bahasa Melayu, maka sudah sepatutnya ISMI menjaga warisan itu dengan semangat kebangsaan,” ujar Rahmat Shah saat memberikan pernyataan di Medan, Senin (23/6/2025).

Ia menekankan, ISMI sebagai wadah para cendekiawan Melayu—dari guru besar, anggota dewan, doktor hingga sarjana muda—memiliki tanggung jawab besar dalam memberi kontribusi pemikiran konstruktif dan produktif untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Lebih jauh, Rahmat Shah juga menyoroti pentingnya peran internal ISMI dalam membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat Melayu, termasuk di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, hingga partisipasi politik dan birokrasi.

“ISMI harus menjadi ruang yang solutif. Bangun rasa kebersamaan, hadirkan kepedulian, baik kepada masyarakat Melayu sendiri maupun kepada etnis lain. Kepedulian itu adalah jembatan menuju masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera,” tegasnya.

Dikenal sebagai tokoh dermawan sekaligus pecinta flora dan fauna, Rahmat Shah juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kinerja ISMI secara pribadi—baik dari sisi pemikiran maupun dukungan terhadap optimalisasi roda organisasi.

“Saya percaya di bawah kepemimpinan Bapak Nizhamul, S.E., M.M. dan sahabat-sahabat pengurus lainnya, ISMI bisa menjadi organisasi modern yang benar-benar hadir memberi manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat Melayu,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Tun Dr. H. Rahmat Shah telah mengoleksi lebih dari 1.120 penghargaan nasional dan internasional, termasuk tiga penghargaan tertinggi dari Presiden Republik Indonesia: Primaniyarta dari Presiden Soeharto, Satyalancana Pembangunan dari Presiden SBY, dan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Joko Widodo.

(Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini