

Kok Yeksun dan Adi Warman Pimpin Langkah Emas dari Pancur Batu
Medan | GeberNews.com — Kobaran semangat juara terus membara dari dataran tinggi Pancur Batu. Sebanyak 42 atlet muda Perguruan Pencak Silat Budi Luhur Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, siap mengguncang arena 3rd International Pencak Silat Indonesia Open Championship 2025 yang akan digelar mulai 4 Agustus 2025 di GOR Jalan Pancing, Kota Medan.

Di bawah komando pelatih tangguh Guru Rayvaldo, yang akrab disapa Kok Yeksun, para ksatria muda telah digembleng melalui latihan intensif untuk menghadirkan prestasi membanggakan serta membawa harum nama Sumatera Utara di pentas nasional hingga internasional.
“Kami tak datang sebagai penggembira. Kami datang sebagai petarung. Pesilat dari Pancur Batu punya nyali, punya ilmu, dan siap bersinar di arena internasional!” tegas Kok Yeksun penuh semangat saat ditemui pada Rabu (23/7/2025) di Medan.

Persiapan dilakukan sejak jauh hari dengan fokus pada peningkatan teknik, daya tahan fisik, serta pembentukan karakter dan mental juang. Seluruh program latihan dijalankan dengan disiplin tinggi.
“Kita siapkan mereka lahir dan batin. Setiap jurus adalah hasil dari keringat, semangat, dan doa,” tambah Kok Yeksun.

Perguruan Budi Luhur sendiri berdiri sejak 1 Januari 2001, didirikan oleh dua tokoh masyarakat Pancur Batu: Kok Gento Siaanturi dan Kok David. Perguruan ini diresmikan sebagai beladiri lokal asli pada 7 Juli 2001 dan kini telah menjadi pusat pembinaan silat yang berakar pada nilai budaya, sportivitas, dan karakter luhur.
Dalam lima tahun terakhir, perguruan ini telah menorehkan berbagai prestasi gemilang, mulai dari Juara Umum se-Kota Medan hingga Juara Umum 3 tingkat Provinsi Sumatera Utara. Seluruh capaian ini merupakan hasil dari sistem pelatihan yang kuat di bawah kepemimpinan Kok Yeksun.
Sementara itu, Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Budi Luhur, Adi Warman Lubis, juga menyampaikan rasa bangga dan optimisme tinggi terhadap para atlet.
“Kami sangat percaya diri. Anak-anak ini ditempa dengan disiplin, latihan keras, dan mental baja. Tahun ini adalah waktunya mereka menunjukkan kemampuan di hadapan Indonesia dan dunia,” tegasnya.
Adi Warman juga menegaskan bahwa keberangkatan para atlet ke kejuaraan ini bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga membawa misi budaya dan moral, yakni mengangkat nama baik Pancur Batu dan menunjukkan bahwa pencak silat adalah warisan bangsa yang layak bersinar secara global.
“Mereka bukan hanya mewakili perguruan. Mereka mewakili Sumatera Utara, mewakili identitas bangsa. Mereka siap jadi champion bukan hanya di gelanggang, tapi juga dalam kehidupan,” imbuhnya.
Kok Yeksun pun menekankan bahwa Pencak Silat bukan semata tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang etika dan keteguhan hati.
“Pencak silat bukan hanya adu fisik. Ini tentang keteguhan hati, kesantunan, dan tanggung jawab. Pesilat sejati itu rendah hati dan bijaksana,” jelasnya.
Pada kejuaraan internasional ini, Perguruan Budi Luhur menargetkan prestasi di dua kategori utama: Student dan Umum. Dengan komposisi atlet yang telah matang di berbagai level kompetisi, peluang untuk meraih gelar juara sangat terbuka lebar.
Menjelang hari pertandingan, suasana di markas besar Budi Luhur kian membara. Sorak semangat, teriakan jurus, dan irama napas keras terdengar setiap hari. Aura kemenangan terasa begitu dekat.
Perguruan Pencak Silat Budi Luhur siap tampil bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk menang. Membanggakan kampung halaman dan menancapkan panji Budi Luhur di puncak dunia persilatan.
(Dodi Rikardo)








