63 Tahun Tak Pernah Menyerah, Abu Bangun Warkop Agam Nyan Cap dari Nol: “Yang Penting Orang Bilang Enak Kali”

0
16

Medan | GeberNews.com — Di tengah deretan usaha kuliner yang terus bermunculan di Kota Medan, sebuah warung kopi sederhana bernama Warkop Agam Nyan Cap di Jalan Kapten Muslim, tepatnya di halaman Wisma Taman Sari Medan, menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menikmati sajian bercita rasa khas. Bukan karena bangunannya yang megah, melainkan karena semangat pemiliknya yang tak pernah surut meski usia telah menginjak 63 tahun.

Saat ditemui dan diwawancarai di Warkop Agam Nyan Cap miliknya pada Senin, 27 Juli 2026, Abu menceritakan perjalanan usahanya yang dibangun dari nol hingga kini mampu melayani pelanggan selama 24 jam penuh.

Warung itu bernama Warkop Agam Nyan Cap, sebuah nama yang berasal dari bahasa Aceh yang bermakna “Warkop Agam Enak Kali”. Nama tersebut bukan sekadar identitas, tetapi juga menjadi harapan Abu agar setiap pelanggan yang datang pulang dengan kesan bahwa seluruh sajian di warungnya memiliki cita rasa yang memuaskan.

Abu mengaku membangun usaha tersebut dengan penuh perjuangan. Di usia yang tak lagi muda, ia memilih tetap bekerja dan membuka usaha sendiri daripada hanya berpangku tangan. Baginya, bekerja adalah cara menjaga semangat hidup sekaligus mencari rezeki yang halal.

Setiap hari, Abu mengawasi langsung jalannya usaha. Ia menyambut pelanggan dengan ramah dan memastikan pelayanan tetap terjaga. Sementara di balik dapur, sang istri, Nurbaiti (58), menjadi sosok yang bertanggung jawab menyiapkan seluruh menu yang disajikan kepada pelanggan.

Berbagai hidangan yang tersedia merupakan hasil racikan Nurbaiti dengan bumbu rumahan yang mengutamakan cita rasa. Menurut Abu, keberhasilan sebuah warung kopi bukan ditentukan dari kemewahan tempat, melainkan kualitas makanan dan pelayanan yang mampu membuat pelanggan datang kembali.

Selain menyajikan beragam menu makanan dan minuman, Warkop Agam Nyan Cap juga beroperasi selama 24 jam sehingga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin bersantai, bekerja, ataupun menikmati hidangan kapan saja. Untuk menambah kenyamanan pelanggan, warung ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi yang dapat digunakan oleh para pengunjung.

“Kami tidak mengejar kemewahan. Yang kami cari adalah kepuasan pelanggan. Kalau mereka bilang masakannya enak, itu sudah menjadi kebahagiaan terbesar bagi kami,” ujar Abu.

Pasangan suami istri tersebut membagi peran dengan sederhana. Abu menangani pelayanan dan operasional warung, sedangkan Nurbaiti fokus memasak sejak pagi hingga menjelang sore. Kekompakan mereka menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan usaha di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat.

Dengan mengandalkan cita rasa, pelayanan yang ramah, fasilitas yang memadai, serta harga yang bersahabat, Warkop Agam Nyan Cap perlahan mendapatkan tempat di hati para pelanggan. Banyak yang datang bukan hanya untuk menikmati kopi dan makanan, tetapi juga memanfaatkan akses Wi-Fi sambil bekerja, berdiskusi, atau sekadar bersantai bersama keluarga maupun rekan.

Bagi Abu, usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya. Di usia 63 tahun, ia tetap bersemangat membuka usaha setiap hari bersama sang istri. Ia percaya kerja keras, kejujuran, dan menjaga kualitas merupakan kunci agar sebuah usaha dapat bertahan dalam jangka panjang.

Kisah Abu dan Nurbaiti menjadi bukti bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kerja keras mampu bertahan di tengah derasnya persaingan. Dengan nama yang berarti “enak kali”, Abu berharap setiap pelanggan yang datang ke Warkop Agam Nyan Cap akan selalu membawa pulang kepuasan dan kembali berkunjung di kesempatan berikutnya.

(Dodi Rikardo Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini