Ketum DPP TKN Kompas Nusantara Adi Warman Lubis: Tak Terasa, 1 Juli 2026 Mendatang Kota Medan Berusia 436 Tahun, Gemerlap Pembangunan Jangan Sampai Membuat Sejarah Guru Patimpus Terlupakan

0
56

MEDAN / GeberNews.com – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis mengatakan, tak terasa pada 1 Juli 2026 mendatang Kota Medan genap berusia 436 tahun. Jika diibaratkan manusia, usia tersebut tentu sudah renta dan keriput. Namun bagi sebuah kota, usia yang panjang bukanlah tanda kemunduran, melainkan bukti perjalanan sejarah yang kaya serta pengalaman yang terus menempa menuju kemajuan. Menurut Adi Warman Lubis, di usianya yang ke-436 tahun, Kota Medan masih terus berbenah diri. Berbagai proyek pembangunan berjalan di berbagai sudut kota, infrastruktur terus diperbaiki, pelayanan publik ditingkatkan, dan wajah ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu semakin modern dari tahun ke tahun.

Namun di balik gemerlap pembangunan yang terus berlangsung, Adi Warman Lubis mengingatkan bahwa ada satu hal yang tidak boleh terabaikan, yakni sejarah lahirnya Kota Medan dan penghormatan kepada sosok pendirinya, Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Sebab, menurut Adi Warman Lubis, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya gedung dan lebar jalan yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dan pemerintahnya menghargai sejarah yang menjadi fondasi berdirinya kota tersebut.

Hal itu disampaikan Ketum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, saat ditemui di Kantor Sekretariat DPP TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, S.H. Nomor 202, Kota Medan.

Adi Warman Lubis yang juga Ketum Pagar UNRI Prabowo-Gibran untuk Rakyat Indonesia serta Pemimpin Umum (PU) media online GeberNews.com mengatakan, Pemerintah Kota Medan selama ini rutin memperingati Hari Jadi Kota Medan setiap tanggal 1 Juli dengan berbagai kegiatan seremonial. Namun, menurut Adi Warman Lubis, penghormatan terhadap Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai pendiri Kota Medan masih belum mendapat perhatian yang layak.

“Setiap tahun Hari Jadi Kota Medan diperingati dengan berbagai kegiatan. Akan tetapi, sampai hari ini belum terlihat adanya agenda rutin dan resmi berupa ziarah ke makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai tokoh yang berjasa mendirikan cikal bakal Kota Medan. Ini menjadi ironi yang patut menjadi perhatian bersama,” ujar Adi Warman Lubis.

Menurut Adi Warman Lubis, sudah saatnya peringatan Hari Jadi Kota Medan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial dan hiburan semata, tetapi juga disertai penghormatan terhadap para pelaku sejarah yang telah meletakkan dasar berdirinya kota ini. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya.

Dalam catatan sejarah, Guru Patimpus Sembiring Pelawi dikenal sebagai pendiri Kampung Medan yang kemudian berkembang menjadi Kota Medan. Adi Warman Lubis menilai, sosok Guru Patimpus memiliki peran penting dalam membuka kawasan pemukiman di sekitar pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura yang kelak tumbuh menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia.

Adi Warman Lubis menjelaskan, terdapat versi sejarah yang berkembang di kalangan masyarakat Karo bahwa nama “Medan” berasal dari kata “Madan” yang bermakna obat atau penyembuhan. Hal itu dikaitkan dengan kemampuan Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang dikenal dapat mengobati masyarakat pada masanya. Seiring perjalanan waktu, Kampung Madan kemudian berkembang dan penyebutannya berubah menjadi Medan hingga dikenal seperti sekarang.

Lebih lanjut, Adi Warman Lubis menegaskan bahwa sejarah tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak tercerabut dari akar sejarah daerahnya sendiri.

“Anak-anak muda Kota Medan harus tahu siapa pendiri kotanya. Jangan sampai mereka hanya mengenal pusat perbelanjaan, gedung pencakar langit, dan jalan-jalan protokol, tetapi tidak mengetahui siapa tokoh yang pertama kali membuka dan membangun kawasan yang kini menjadi Kota Medan,” tegas Adi Warman Lubis.

Menurut Adi Warman Lubis, saat ini makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi berada di Dusun XIII, Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Lokasi tersebut menjadi salah satu situs sejarah penting yang menyimpan jejak perjalanan lahirnya Kota Medan.

Karena itu, Adi Warman Lubis berharap Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, para tokoh masyarakat, budayawan, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi, termasuk melakukan penataan dan pengembangan kawasan sejarah tersebut agar menjadi destinasi edukasi sejarah yang membanggakan.

“Jangan melupakan sejarah. Kota Medan boleh terus tumbuh menjadi kota metropolitan yang maju dan modern. Namun, penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pendiri kota harus tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat Medan. Kemajuan tanpa ingatan sejarah akan membuat sebuah kota kehilangan jati dirinya,” pungkas Ketum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis.

(Dodi Rikardo Sembiring)

Teks Foto: “Menghormati jejak sejarah, meneladani perjuangan para pendahulu. Adi Warman Lubis berziarah ke makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada 1 Juli 2025 sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan nilai, budaya, dan pengabdian untuk negeri.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini