MEDAN | GeberNews.com – Di pinggiran rel kereta api, kehidupan terus bergerak seiring deru lokomotif yang melintas tanpa henti. Di antara kebisingan, debu, dan keterbatasan ruang, warga tetap menanam harapan, membangun mimpi, serta mempertahankan kehidupan yang layak bagi keluarga mereka. Rel kereta bukan sekadar jalur transportasi, melainkan bagian dari denyut kehidupan sehari-hari yang membentuk cerita perjuangan mereka.

Realitas tersebut diangkat melalui karya fotografi dan narasi bertajuk “Di Pinggiran Rel” karya Fadhilah Putri Iksyah, mahasiswi STIK-P Medan. Melalui lensa kamera dan kekuatan narasi, Fadhilah menghadirkan potret kehidupan masyarakat yang bermukim di kawasan DPR (Daerah Pinggiran Rel), sebuah lingkungan yang akrab dengan suara kereta api dari pagi hingga malam hari.
“Hidup terus berjalan di antara deru dan debu. Mereka yang tinggal di DPR (Daerah Pinggiran Rel) harus berdamai dengan suara kereta api yang tak pernah berhenti. Dari pagi hingga malam. Di atas tanah yang rapuh, mereka membangun rumah, mimpi, dan harapan,” tulis Fadhilah dalam narasinya.
Bagi masyarakat setempat, rel kereta api telah menjadi bagian dari ruang hidup yang tidak terpisahkan. Di lahan yang sempit dan penuh keterbatasan, mereka mendirikan rumah-rumah sederhana, membesarkan anak-anak, mencari nafkah, serta menata masa depan dengan segala tantangan yang harus dihadapi.
Karya ini tidak hanya merekam kondisi fisik kawasan pinggiran rel, tetapi juga mengungkap sisi kemanusiaan yang sering luput dari perhatian. Di balik suara bising kereta dan lingkungan yang serba sederhana, tersimpan kisah tentang ketangguhan, kerja keras, kebersamaan, dan semangat untuk terus bertahan.
Melalui sudut pandangnya sebagai mahasiswa jurnalistik, Fadhilah Putri Iksyah ingin menyampaikan bahwa setiap sudut kota menyimpan cerita yang layak didengar. Kehidupan masyarakat pinggiran rel menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak selalu memadamkan harapan. Justru di tengah kerasnya realitas, mimpi-mimpi itu terus tumbuh, menguat, dan berjalan beriringan dengan deru kereta yang tak pernah berhenti.
Karya Foto dan Narasi Fadhilah Putri Iksyah, Mahasiswi STIK-P Medan26 Juni 2026







