Digitalisasi Pasar Medan Tak Bisa Ditunda Lagi, APSINDO Dukung Sistem Pembayaran Kontribusi Non Tunai

0
52

Medan / GeberNews.com – Ketua Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APSINDO) Kota Medan, Mas Rizal Mandai, menyambut positif peresmian Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar yang dilaksanakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersama PUD Pasar Kota Medan pada Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Mas Rizal Mandai, langkah digitalisasi yang dilakukan saat ini merupakan kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda jika ingin menciptakan tata kelola pasar yang lebih transparan, modern, dan berpihak kepada kepentingan pedagang.

“Kami dari APSINDO Kota Medan mendukung penuh digitalisasi pasar ini. Sudah saatnya pengelolaan pasar dilakukan secara modern sehingga seluruh transaksi kontribusi tercatat dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Mas Rizal Mandai usai menghadiri peresmian program tersebut.

Ia menilai selama ini sistem pembayaran secara manual masih menyisakan berbagai persoalan, mulai dari keterlambatan pencatatan hingga minimnya data yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan.

“Dengan sistem digital, semua transaksi akan tercatat secara langsung. Ini akan memberikan kepastian baik bagi pedagang maupun pengelola pasar. Tidak ada lagi keraguan mengenai pembayaran kontribusi yang telah dilakukan pedagang,” katanya.

Mas Rizal menjelaskan bahwa digitalisasi bukan hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga membangun budaya baru yang mengedepankan keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan pasar rakyat.

“Kami berharap sistem ini mampu menghilangkan berbagai celah yang selama ini berpotensi menimbulkan persoalan administrasi. Ketika semuanya tercatat secara elektronik, maka pengawasan menjadi lebih mudah dan pendapatan pasar dapat lebih optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua APSINDO Kota Medan itu mengatakan bahwa para pedagang harus mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pasar tradisional tidak boleh tertinggal di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital yang kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Pedagang harus siap berubah. Dunia usaha bergerak ke arah digital dan pasar tradisional juga harus mengikuti perkembangan tersebut. Kalau kita ingin pasar rakyat tetap menjadi pusat ekonomi masyarakat, maka transformasi digital harus didukung bersama,” tegasnya.

Mas Rizal juga mengapresiasi kolaborasi antara Bank Mandiri, PUD Pasar Kota Medan, Bank Indonesia, Pemerintah Kota Medan, dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam mewujudkan program tersebut.

Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi faktor penting agar digitalisasi pasar tidak berhenti hanya pada seremoni peluncuran, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh para pedagang.

“Kami berharap program ini berjalan berkelanjutan. Pedagang perlu mendapatkan pendampingan dan edukasi sehingga mereka memahami manfaat sistem digital dalam aktivitas usaha sehari-hari,” katanya.

Mas Rizal Mandai optimistis digitalisasi pasar akan membawa dampak positif terhadap peningkatan pelayanan, efisiensi pengelolaan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ini bukan sekadar perubahan metode pembayaran. Ini adalah langkah besar menuju pasar yang lebih maju, profesional, dan terpercaya. APSINDO Kota Medan siap mendukung penuh setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pedagang dan memperkuat daya saing pasar rakyat,” pungkasnya.

(Aidil)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini