Medan | GeberNews.com — Wakil Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara, Nico Septian Butar Butar, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Genial Gavensi Gulo, pemuda asal Kabupaten Nias Barat yang wafat setelah beberapa hari mengikuti pendidikan calon prajurit di Rindam I/Bukit Barisan.
Peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut disampaikan pada Kamis, 23 Juli 2026. Menurut Nico, meninggalnya seorang calon prajurit merupakan peristiwa yang harus mendapat perhatian serius dan tidak boleh dianggap sebagai risiko yang lazim dalam proses pendidikan. Setiap warga negara yang mendaftarkan diri untuk mengabdi kepada bangsa dan negara berhak memperoleh perlindungan atas keselamatan, kesehatan, serta martabatnya selama menjalani pendidikan.
“Seorang anak bangsa berangkat membawa cita-cita mengenakan seragam TNI, tetapi justru kembali dalam keadaan tidak bernyawa. Peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang biasa. Nyawa calon prajurit bukan harga yang harus dibayar untuk mengabdi kepada negara,” tegas Nico.
DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara mendesak Rindam I/Bukit Barisan dan Kodam I/Bukit Barisan agar memberikan penjelasan resmi kepada keluarga maupun masyarakat mengenai kronologi kejadian secara terbuka, objektif, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara juga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, independen, dan transparan. Apabila hasil penyelidikan menemukan adanya kelalaian, pelanggaran prosedur, atau perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan hukum maupun standar pembinaan yang berlaku, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu.
“Kehormatan institusi TNI tidak akan berkurang karena mengungkap kebenaran. Sebaliknya, kepercayaan publik akan semakin kuat apabila institusi menunjukkan komitmen terhadap transparansi, melakukan evaluasi menyeluruh, dan menindak setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Nico.
Lebih lanjut, Nico meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, pembinaan, pengawasan, serta mekanisme perlindungan kesehatan dan keselamatan peserta didik di seluruh lembaga pendidikan militer. Evaluasi tersebut dinilai penting sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Bagi DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara, meninggalnya Genial Gavensi Gulo harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan bagi setiap calon prajurit. Negara memiliki kewajiban memastikan bahwa setiap warga negara yang memilih mengabdikan diri melalui institusi TNI memperoleh jaminan atas hak hidup, keamanan, kesehatan, dan perlakuan yang manusiawi selama menjalani pendidikan.
DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara menyatakan akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus ini serta berharap seluruh proses berjalan secara profesional, independen, transparan, dan memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi keluarga almarhum.
“Keadilan bagi Genial Gavensi Gulo bukan hanya menyangkut satu keluarga, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap negara dan kehormatan institusi. Negara harus hadir untuk mengungkap fakta secara terang, memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, serta menjamin peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang,” tutup Nico.
(Tim)







