

MEDAN | GeberNews.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara menunjukkan kepeduliannya terhadap semangat kebangsaan dengan turun langsung ke tengah masyarakat membagikan bendera Merah Putih kepada para pengguna jalan, Sabtu (15/8/2026) sore.


Kegiatan tersebut dipusatkan di Jalan Prof. H.M. Yamin, SH, Medan, tepatnya di depan Kantor Sekretariat DPP TKN Kompas Nusantara. Sejumlah bendera Merah Putih berukuran kecil yang diperuntukkan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat dibagikan kepada pengendara yang melintas.
Aksi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. DPP TKN Kompas Nusantara menilai pengibaran Merah Putih harus kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, sebagai simbol persatuan, kecintaan terhadap Tanah Air dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan.
Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, mengatakan pembagian bendera kepada masyarakat merupakan bentuk nyata untuk mengajak seluruh elemen bangsa kembali menumbuhkan rasa nasionalisme, khususnya di tengah derasnya berbagai pengaruh yang dapat mengikis rasa kebersamaan dan persatuan.
“Bendera Merah Putih bukan hanya kain berwarna merah dan putih. Di dalamnya ada sejarah panjang, ada pengorbanan para pejuang, ada darah dan air mata para pahlawan, serta ada harga diri bangsa Indonesia. Karena itu, Merah Putih harus kita hormati dan kita kibarkan dengan penuh kebanggaan,” ujar Adi Warman Lubis.
Menurutnya, kemerdekaan yang telah diwariskan para pendahulu bangsa tidak boleh hanya diperingati melalui upacara setiap 17 Agustus. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk dengan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menaati aturan dan ikut berkontribusi membangun bangsa.
Adi menegaskan, kegiatan pembagian bendera tersebut sengaja dilakukan di jalan raya agar pesan kebangsaan dapat langsung menyentuh masyarakat.
“Kami tidak ingin nasionalisme hanya berhenti di atas panggung atau dalam pidato-pidato. Nasionalisme harus hadir di tengah masyarakat. Hari ini kami datang ke jalan, bertemu langsung dengan masyarakat dan membagikan Merah Putih. Ini sederhana, tetapi pesan yang ingin kami sampaikan sangat besar,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara untuk memasang serta mengibarkan bendera Merah Putih di rumah, kantor, tempat usaha dan kendaraan masing-masing selama momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Jangan malu menunjukkan kecintaan kepada Indonesia. Jangan biarkan Merah Putih hanya terlihat ketika upacara. Mari kita hidupkan suasana kemerdekaan mulai dari lingkungan masing-masing,” katanya.
Dikatakan Adi Warman Lubis yang juga Ketua Umum PAGAR UNRI Prabowo-Gibran untuk Rakyat Indonesia, semangat kebangsaan harus menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menambahkan, generasi muda khususnya harus diberikan pemahaman bahwa kemerdekaan bukan sesuatu yang datang secara gratis. Para pendiri bangsa telah melewati perjuangan panjang untuk membangun Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
“Generasi muda jangan sampai lupa sejarah. Kita menikmati kemerdekaan hari ini karena ada orang-orang sebelum kita yang berjuang dengan seluruh jiwa dan raganya. Tugas kita sekarang bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, tetapi menjaga Indonesia agar tetap kuat, bersatu dan tidak mudah dipecah belah,” ungkapnya.
Adi juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan, pandangan politik maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan.
Menurut dia, dinamika politik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi kepentingan bangsa dan persatuan Indonesia harus ditempatkan jauh di atas kepentingan kelompok.
“Boleh berbeda pilihan, boleh berbeda pendapat, tetapi jangan pernah berbeda dalam mencintai Indonesia. Merah Putih adalah milik kita bersama. Jangan karena perbedaan politik kemudian persaudaraan kita rusak,” katanya dengan tegas.
Ia menilai momentum HUT Kemerdekaan RI harus dijadikan kesempatan untuk memperkuat kembali rasa persaudaraan masyarakat, bukan justru memperlebar perbedaan.
Dalam kegiatan tersebut, para pengurus dan kader DPP TKN Kompas Nusantara tampak turun langsung membagikan bendera kepada pengendara. Bendera diberikan secara cuma-cuma kepada pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di kawasan tersebut.
Aksi itu mendapat perhatian dari pengguna jalan. Sejumlah pengendara menerima bendera yang diberikan dan memasangnya pada kendaraan masing-masing.
Adi mengatakan, gerakan kecil tersebut diharapkan dapat menular dan menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.
“Kalau hari ini kami membagikan seratus atau berapa pun bendera, jangan dilihat dari jumlahnya. Yang jauh lebih penting adalah pesan yang dibawa. Kami ingin masyarakat bergerak bersama. Dari satu bendera menjadi seribu bendera, dari seribu menjadi jutaan bendera. Itulah semangat yang harus kita bangun,” ujarnya.
Lebih jauh, Adi menegaskan bahwa kecintaan terhadap bangsa tidak cukup hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan, menghormati sesama, membantu masyarakat yang membutuhkan, menjaga keamanan lingkungan serta ikut mengawal pembangunan juga merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai kemerdekaan.
“Jangan kita hanya bicara cinta Indonesia, tetapi ketika ada persoalan di masyarakat kita tidak peduli. Cinta Tanah Air harus dibuktikan dengan perbuatan. Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar perayaan tahunan.
“Merah Putih harus berkibar di dada, bukan hanya di tiang bendera. Artinya, semangat persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap Indonesia harus ada dalam diri setiap warga negara,” pungkas Adi Warman Lubis.
DPP TKN Kompas Nusantara memastikan semangat memperkuat nasionalisme dan persatuan akan terus digaungkan melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bagi organisasi tersebut, momentum kemerdekaan bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali mengingatkan seluruh anak bangsa bahwa Indonesia dibangun dari persatuan. Karena itu, Merah Putih harus tetap tegak, bukan hanya sebagai lambang negara, tetapi sebagai simbol tekad bersama untuk menjaga Indonesia tetap utuh dalam bingkai NKRI.
(Dodi Rikardo)







