Adi Warman Lubis Paparkan Komposisi Pemberitaan Media Online Berita Indonesia Cerdas dan Media Online Narasi

0
30

MEDAN | GeberNews– Pemilik sekaligus Pemimpin Umum Media Online Berita Indonesia Cerdas (BIC) dan Media Online Narasi (MON), Adi Warman Lubis, memaparkan arah kebijakan redaksional sekaligus komposisi pemberitaan yang menjadi pedoman kedua media yang dipimpinnya. Penjelasan tersebut disampaikan pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, SH No. 202, Medan.

Adi Warman Lubis menjelaskan bahwa setiap media memiliki karakter, visi, misi, dan segmentasi pembaca yang berbeda. Oleh karena itu, komposisi pemberitaan disusun secara proporsional agar mampu menyajikan informasi yang berkualitas, edukatif, berimbang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Menurutnya, Media Online Berita Indonesia Cerdas (BIC) mengedepankan pemberitaan yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia dengan menjadikan sektor pendidikan sebagai fokus utama.

“Media harus menjadi sarana mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, kami menempatkan berita pendidikan sebagai prioritas utama agar masyarakat memperoleh informasi yang mampu meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Adi Warman Lubis.

Ia menjelaskan, komposisi pemberitaan di Media Online Berita Indonesia Cerdas (BIC) terdiri atas:

  • Berita Pendidikan: 40 persen.
  • Berita Politik: 25 persen.
  • Berita Olahraga: 15 persen.
  • Berita Hukum dan Kriminal: 10 persen.
  • Berita Ekonomi, Sosial, Budaya, Hiburan, Kesehatan, Teknologi, dan lainnya: 10 persen.

Menurut Adi, komposisi tersebut dirancang agar BIC tidak hanya menjadi media penyampai informasi aktual, tetapi juga menjadi media yang memiliki nilai edukatif dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Ia menambahkan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Karena itu, media memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi mengenai dunia pendidikan, inovasi, riset, prestasi pelajar dan mahasiswa, perkembangan sekolah maupun perguruan tinggi, serta berbagai kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Selain pendidikan, pemberitaan politik mendapat porsi sebesar 25 persen karena masyarakat membutuhkan informasi mengenai dinamika demokrasi, kebijakan publik, dan perkembangan pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah.

Sementara itu, berita olahraga memperoleh porsi 15 persen sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga nasional dan daerah, termasuk pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, hingga prestasi Indonesia di tingkat internasional.

Untuk pemberitaan hukum dan kriminal, BIC memberikan porsi sebesar 10 persen dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, objektivitas, serta keberimbangan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Sedangkan berita ekonomi, sosial, budaya, hiburan, kesehatan, teknologi, dan berbagai informasi lainnya disajikan sebesar 10 persen guna melengkapi kebutuhan informasi masyarakat yang semakin beragam.

Pada kesempatan yang sama, Adi Warman Lubis juga memaparkan komposisi pemberitaan Media Online Narasi (MON) yang memiliki fokus berbeda dibandingkan BIC.

Menurutnya, MON lebih menitikberatkan pada pemberitaan politik, hukum, dan pemerintahan sebagai bentuk kontribusi media dalam mengawal proses demokrasi, pembangunan nasional, serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Komposisi pemberitaan Media Online Narasi (MON) meliputi:

  • Berita Politik: 60 persen.
  • Berita Hukum: 15 persen.
  • Berita Pemerintahan: 10 persen.
  • Berita Ekonomi: 5 persen.
  • Berita Sosial, Pendidikan, Olahraga, dan lainnya: 10 persen.

“Media Online Narasi hadir untuk memberikan informasi politik yang akurat, kritis, dan berimbang sehingga masyarakat dapat memahami berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara secara lebih komprehensif,” kata Adi Warman Lubis.

Ia menegaskan bahwa dominasi pemberitaan politik bukan berarti berpihak kepada kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk komitmen dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan publik, demokrasi, partai politik, pemilu, hingga berbagai isu strategis nasional yang menjadi perhatian masyarakat.

Selain itu, pemberitaan hukum juga memperoleh perhatian khusus sebagai bagian dari upaya mendukung transparansi, supremasi hukum, dan penegakan keadilan di Indonesia. Sementara pemberitaan pemerintahan diarahkan untuk menyampaikan informasi mengenai program pembangunan, pelayanan publik, kebijakan pemerintah, serta berbagai capaian pembangunan di tingkat pusat maupun daerah.

Adi Warman Lubis berharap kedua media yang dipimpinnya dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, Berita Indonesia Cerdas hadir dengan orientasi kuat pada dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, sedangkan Media Online Narasi lebih fokus pada perkembangan politik, hukum, dan pemerintahan.

“Kedua media ini memiliki karakter yang berbeda, namun tujuan besarnya sama, yakni memberikan informasi yang benar, berimbang, mendidik, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk terus menjaga profesionalisme, independensi, integritas, dan kredibilitas dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.

Selain sebagai Pemilik dan Pemimpin Umum Media Online Berita Indonesia Cerdas dan Media Online Narasi, Adi Warman Lubis juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara serta Ketua Umum DPP PAGAR UMRI Prabowo–Gibran untuk Rakyat Indonesia.

Menurutnya, media massa memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi yang mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus sebagai sarana edukasi, kontrol sosial, dan penguat persatuan bangsa.

Melalui komposisi pemberitaan yang telah ditetapkan tersebut, Adi Warman Lubis optimistis Berita Indonesia Cerdas dan Media Online Narasi akan terus berkembang menjadi media digital yang profesional, kredibel, informatif, edukatif, serta dipercaya masyarakat sebagai sumber informasi yang akurat, berkualitas, dan bertanggung jawab.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini