

Medan | GeberNews.com — Banjir yang kembali menyelimuti Kota Medan akibat tingginya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir memicu kepedulian dari berbagai pihak. Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Ketua DPD BM PAN Kota Medan, M. Faisal B, Irkh, MH, bergerak cepat turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak banjir untuk membantu warga, Kamis (27/11/2025).
Curah hujan tinggi yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut disertai cuaca ekstrem menyebabkan banyak kawasan terendam air. Rumah-rumah warga tergenang, aktivitas masyarakat lumpuh, dan tidak sedikit keluarga terpaksa mengungsi maupun bertahan di rumah dalam kondisi serba terbatas. Situasi ini mendorong M. Faisal tidak hanya melakukan peninjauan lapangan, tetapi langsung mengambil langkah nyata dengan membuka dapur umum serta menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak.
“Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan makan karena rumah terendam banjir sehingga tidak bisa memasak. Karena itu, kami membuka dapur umum agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar M. Faisal di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan.
Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar formalitas atau seremoni. Penderitaan masyarakat korban banjir, menurutnya, harus dibalas dengan kerja nyata, bukan hanya pernyataan simpati. Ia pun menginstruksikan seluruh jaringan relawan BM PAN Kota Medan untuk turun langsung membantu proses pendistribusian makanan siap santap, air bersih, serta kebutuhan pokok lainnya.
Dapur umum dipusatkan di Jalan Bromo Ujung Nomor 48, Kota Medan, yang menjadi titik distribusi bagi warga terdampak dari sejumlah kecamatan sekitar. Puluhan relawan terlihat berjibaku menyiapkan ratusan porsi makanan setiap hari untuk memastikan tidak ada warga yang mengalami kesulitan pangan di tengah musibah banjir.
Tak hanya menyalurkan makanan, M. Faisal juga membagikan bantuan berupa air mineral, selimut, dan perlengkapan darurat lainnya, dengan prioritas kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, serta anak-anak. Ia bahkan turun menyusuri gang-gang sempit dan kawasan permukiman padat untuk memastikan bantuan benar-benar sampai langsung ke tangan warga, tanpa sekadar berhenti pada laporan administratif.
Dalam keterangannya, M. Faisal menjelaskan bahwa banjir kali ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi selama tiga hari berturut-turut, yang diperparah oleh kondisi drainase di beberapa wilayah yang belum mampu menampung debit air secara maksimal.
“Curah hujan sangat tinggi dan kondisi cuaca memang ekstrem. Ditambah dengan daya tampung drainase yang terbatas, akhirnya air meluap dan menggenangi permukiman warga,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan banjir tidak boleh terus dianggap sebagai rutinitas tahunan yang diterima begitu saja. Ia mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase kota, pengendalian aliran sungai, serta penataan kawasan rawan banjir agar musibah serupa dapat diminimalisir di masa depan.
“Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Setiap musim hujan, masyarakat selalu menjadi korban. Perlu langkah konkret dan berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan tanggap darurat,” tegasnya.
Aksi cepat yang dilakukan M. Faisal pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak warga mengaku sangat terbantu, terutama di tengah beban ekonomi akibat banjir yang sementara waktu memutus aktivitas dan mata pencaharian mereka. Kehadiran wakil rakyat yang turun langsung ke tengah warga dinilai memberikan harapan serta semangat di situasi sulit.
“Kami bersyukur ada yang benar-benar peduli dan datang langsung membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkap salah seorang warga penerima bantuan.
Sebagai Ketua DPD BM PAN Kota Medan, M. Faisal mengajak seluruh elemen masyarakat, relawan, dan lembaga kemanusiaan untuk terus berkolaborasi membantu warga korban bencana. Ia menegaskan, solidaritas dan gotong royong adalah kunci utama meringankan penderitaan masyarakat.
“Ini bukan semata tugas pemerintah atau DPRD. Ini soal kemanusiaan. Mari kita saling bahu-membahu membantu sesama,” pungkasnya.
(Dodi Rikardo)








