Benteng Hukum Dirobek dari Dalam: Skandal Walet Ilegal dan Dugaan Beking Oknum Desa di Medan Estate

0
123

Deli Serdang | GeberNews.com –Sebuah bom waktu tengah berdetak di jantung pemukiman padat Dusun 10, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan. Bukan karena bencana alam, tapi karena ulah segelintir mafia bisnis sarang burung walet ilegal yang diduga dilindungi oleh oknum perangkat desa sendiri. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang pun disorot, dianggap dibodohi dan dilecehkan oleh para pelaku usaha ilegal yang berani menentang aturan dengan terang-terangan.

Ketua Aliansi Medan Estate Bersatu, M. Rapa, dengan lantang menyuarakan keresahan masyarakat.

“Ini bukan cuma pelanggaran administratif. Kami menduga kuat ada oknum desa yang bukan hanya melindungi, tapi juga ikut menikmati hasil bisnis walet ilegal di Jalan Kapten Batu Sihombing. Ini penghinaan terhadap hukum dan rakyat!” tegasnya kepada GeberNews.com, Senin (26/5/2025).

Ironisnya, investigasi lapangan yang dilakukan aliansi ini berujung pada intimidasi. Kamera disita, peliputan dihalangi, bahkan tim Rapa diadang dan ditantang oleh oknum yang diyakini terlibat dalam aktivitas haram tersebut.

Dalam pernyataannya, Rapa mengultimatum:

“Kami beri waktu pada Pemkab, DPMPTSP, Satpol PP, hingga OSS. Jika tidak ada tindakan tegas, kami akan gerakkan aksi unjuk rasa besar-besaran. Masyarakat sudah muak dibohongi!”

Di balik bangunan tinggi sarang walet yang tumbuh liar di tengah permukiman, tersimpan ancaman kesehatan yang serius. Polusi suara dari mesin pemanggil walet, kotoran burung, dan potensi penyebaran penyakit seperti DBD menjadi momok warga sekitar.

Padahal, regulasi sudah mengatur secara ketat:

  • Permen LHK No. P.106/2018: Mengatur tata kelola dan izin usaha sarang burung walet.
  • PP No. 6/2007: Mewajibkan konservasi dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan lemahnya penegakan aturan. Mafia walet melenggang bebas, seolah kebal hukum.

Kini, masyarakat menunggu: apakah Pemkab Deli Serdang akan bertindak tegas membersihkan internal dan menghentikan bisnis ilegal ini? Ataukah justru memilih bungkam, membiarkan skandal ini menjadi noda abadi dalam sejarah pemerintahan?

Ilham | SuaraPrananta.com


Ingin versi reel naratif, template feed Instagram, atau headline untuk selebaran aksi massa? Saya siap bantu desain dan kontennya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini