Bersahaja Di Gapura, Humanis Di Jalan Cokroaminoto: Kapolres Asahan Tekankan Pendekatan Persuasif Dalam Operasi Patuh Toba 2026

Kepolisian45 Dilihat
banner 468x60

′KISARAN | GeberNews.com – Operasi Patuh Toba 2026 yang mulai digelar Senin (2/11/2026) pukul 08.00 WIB di Jalan Cokroaminoto, tepatnya di depan Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Asahan, menjadi momentum bagi kepolisian untuk membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif.

Di bawaah komando Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin, pelaksanaan operasi yang dijalankan jajaran Satuan Lalu Lintas di bawah pimpinan Kasat Lantas AKP Muhamad Rasyid Ridho, S.Tr.K., S.I.K., tidak hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mengutamakan edukasi dan keselamatan masyarakat.

banner 336x280

Pesan yang ingin disampaikan cuku jelas: polisi harus tegas terhadap pelanggaran, tetapi tetap santun dan humanis dalam memperlakukan masyarakat.

Diawali Arahan, Personel Diminta Utamakan Pelayanan

Sebelum turun ke lapangan, kesiapan personel terlebih dahulu dilakukan di lingkungan Kantor Satlantas Polres Asahan, tepatnya di bawah gapura biru bertuliskan “POLRES ASAHAN”.

Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin bersama Kasat Lantas AKP Muhamad Rasyid Ridho dan personel kepolisian serta instansi terkait memberikan perhatian terhadap kesiapan pelaksanaan operasi.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, dan sikap santun dalam menjalankan tugas. Personel diminta mengedepankan komunikasi yang baik, memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana, serta menghindari pendekatan yang dapat menimbulkan kesan intimidatif.

Bagi Polres Asahan, keberhasilan operasi bukan semata-mata diukur dari jumlah pelanggar yang ditindak, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

Teguran Humanis, Keselamatan Anak Jadi Perhatian

Gambaran pendekatan humanis terlihat ketika petugas Satlantas memberikan edukasi kepada seorang pengendara sepeda motor bernomor polisi BK 4910 OAS yang membonceng anak kecil tanpa menggunakan helm.

Seorang petugas berseragam rompi hijau stabilo tampak menghampiri pengendara dan memberikan penjelasan secara langsung dengan posisi sejajar. Pendekatan tersebut memperlihatkan komunikasi yang mengutamakan kesantunan dan edukasi.

Petugas mengingatkan bahwa penggunaan helm bagi anak yang dibonceng bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi kepala dari risiko cedera apabila terjadi kecelakaan.

Di lokasi yang sama, dua personel Polisi Wanita (Polwan) turut menyampaikan imbauan melalui papan edukasi bertuliskan “Patuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas” dan “Jaga Jarak Aman Berkendara”.

Pesan sederhana tersebut mengandung makna penting: keselamatan harus menjadi prioritas setiap kali seseorang memulai perjalanan.

Kapolres Turun Langsung, Berdialog Dengan Pengendara

Komitmen pendekatan humanis juga ditunjukkan Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin dengan turun langsung ke jalan untuk memantau pelaksanaan operasi.

Mengenakan ban lengan bertuliskan KAOPSRES, Kapolres terlihat berdialog dengan seorang pengendara perempuan yang mengendarai sepeda motor matik berwarna putih dan mengenakan helm hijau.

Tidak hanya melakukan pemantauan, Kapolres juga berinteraksi serta mendengarkan penjelasan pengendara. Kasat Lantas bersama personel lainnya turut mendampingi kegiatan tersebut.

Kehadiran personel dengan rompi bertuliskan “KOLABORASI SUMUT BERKAH”, ditambah dukungan Bus Pelayanan Samsat Keliling, turut mewarnai kegiatan yang menggabungkan penegakan aturan, edukasi, dan pelayanan kepada masyarakat.

Keterlibatan langsung pimpinan kepolisian ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah sehingga masyarakat tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mengetahui alasan pentingnya aturan tersebut diterapkan.

Kapolres: Bukan Banyaknya Tilang, Tetapi Nyawa Yang Bisa Diselamatkan

Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Patuh Toba 2026 telah diperintahkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh anggota, mulai Senin 02 November 2026, laksanakan Operasi Patuh Toba dengan cara yang paling sederhana. Sapa warga kita. Senyum. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tegur dulu, edukasi dulu. Karena tujuan akhirnya bukan berapa banyak tilang yang kita keluarkan, tapi berapa banyak nyawa yang bisa kita selamatkan. Seperti bapak dan anak di foto itu, mereka adalah keluarga kita juga,” ungkap Kapolres.

Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Setiap aturan dibuat bukan semata-mata untuk membatasi pengguna jalan, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

Kasat Lantas: Tegas Pada Pelanggaran, Humanis Kepada Masyarakat

Senada dengan Kapolres, Kasat Lantas Polres Asahan AKP Muhamad Rasyid Ridho, S.Tr.K., S.I.K. menegaskan bahwa pendekatan humanis bukan berarti mengesampingkan ketegasan dalam penegakan hukum.

“Kami di Sat Lantas Polres Asahan ini juga punya anak, punya istri, punya keluarga di rumah. Jadi ketika kami melihat anak kecil dibonceng tanpa helm, hati kami ikut miris. Makanya mulai tanggal 02 November di Jalan Cokroaminoto, kami akan bertindak tegas pada pelanggarannya, tapi tetap humanis pada orangnya. Kami ingin warga Asahan patuh karena sadar, bukan karena takut,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026, terdapat tujuh jenis pelanggaran yang menjadi perhatian petugas, yaitu:

1. Pengendara kendaraan bermotor di bawah umur.
2. Tidak menggunakan helm berstandar SNI.
3. Tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang kendaraan yang diwajibkan.
4. Melawan arus lalu lintas.
5. Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
6. Mengemudikan kendaraan dalam pengaruh alkohol.
7. Menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.

Ketujuh jenis pelanggaran tersebut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Keselamatan Keluarga Dimulai Dari Kepatuhan Di Jalan Raya

Melalui Operasi Patuh Toba 2026, Polres Asahan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara.

Pengendara diimbau memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, menggunakan helm berstandar SNI, memeriksa kondisi kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sebelum melakukan perjalanan, masyarakat juga diharapkan memastikan fungsi kendaraan dalam keadaan baik, termasuk lampu utama, lampu rem, lampu sein, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Operasi Patuh Toba 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda penertiban dalam kurun waktu tertentu, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan.

Sebab, di balik setiap teguran petugas terdapat pesan keselamatan. Di balik setiap aturan terdapat perlindungan. Dan di balik setiap imbauan kepolisian tersimpan harapan agar setiap pengendara dapat kembali ke rumah dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga tercinta.

Polisi Hadir Bukan Hanya Untuk Menindak, Tetapi Juga Mengedukasi Dan Melindungi. Karena Keselamatan Di Jalan Raya Adalah Tanggung Jawab Bersama.

(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *