Buka Puasa Direksi Tirtanadi Disorot: Silaturahmi Ramadhan atau Sekadar Pencitraan?

0
73

Medan | GeberNews.com – Buka puasa bersama yang digelar jajaran Direksi Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara di Masjid Maa’ul Hayah, Jumat (6/3/2026), menuai perhatian. Kegiatan yang dikemas dengan santunan anak yatim tersebut disebut sebagai upaya mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadhan, namun di tengah berbagai tantangan pelayanan air bersih kepada masyarakat, kegiatan seremonial seperti ini juga memunculkan pertanyaan publik tentang prioritas perusahaan daerah tersebut.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti bersama jajaran direksi lainnya, yakni Plt Direktur Air Minum Muhri Fepri Iswanto, Direktur Administrasi dan Keuangan Salman Sihotang, serta Direktur Air Limbah Ikrimah Hamidy. Kehadiran para pimpinan perusahaan itu disebut sebagai bentuk komitmen manajemen dalam membangun kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah momentum Ramadhan.

Dalam kesempatan tersebut, direksi juga menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim secara simbolis. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu kebutuhan mereka selama menjalankan ibadah puasa sekaligus membawa kebahagiaan bagi para penerima di bulan yang penuh berkah ini.

Suasana kebersamaan terlihat ketika para direksi berinteraksi langsung dengan anak-anak yatim dan para undangan yang hadir sebelum waktu berbuka puasa tiba.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan doa bersama agar perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, mengatakan kegiatan berbagi di bulan Ramadhan merupakan bentuk rasa syukur atas capaian perusahaan sekaligus komitmen untuk terus menjalin kedekatan dengan masyarakat.

“Kami berharap melalui doa anak-anak yatim dan keberkahan berbagi di bulan suci Ramadhan ini, Perumda Tirtanadi dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah pihak berharap kegiatan sosial seperti ini tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan. Publik menilai perusahaan daerah yang mengelola layanan air bersih tersebut tetap harus menjadikan peningkatan kualitas distribusi air, perbaikan jaringan, serta pelayanan pelanggan sebagai prioritas utama.

Momentum Ramadhan, kata sejumlah pengamat, semestinya menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang maksimal merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat, bukan sekadar kegiatan simbolik yang berlangsung sesaat.

(Dodi Rikardo Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini