Dekade Emas Pasar Induk Laucih: IPPIM Dilantik, Pemko Medan Mantapkan Transformasi Pasar Tradisional

0
310

Medan | GeberNews.com – Perayaan satu dekade Pasar Induk Laucih Medan pada Sabtu malam (10/5/2025) menjadi tonggak penting dalam perjalanan pasar rakyat terbesar di Kota Medan. Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Biro Perekonomian Setda, Regen, M.Si, secara resmi melantik Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Induk Laucih Medan (IPPIM), sebagai wujud penguatan sinergi antara pedagang dan pemerintah.

Acara yang berlangsung di kawasan pasar seluas 12 hektar di Kecamatan Medan Tuntungan ini dihadiri ribuan pedagang dan tokoh penting, di antaranya Kabiro Perekonomian Provsu Poppy Marulita Hutagalung, MT, Plt Dirut PUD Pasar Kota Medan Imam Abdul Hadi, jajaran pengelola pasar, dan perwakilan masyarakat.

Dalam sambutannya, Regen menekankan bahwa kehadiran IPPIM bukan sekadar pelantikan organisasi, melainkan awal dari era baru kolaborasi strategis dalam mewujudkan pasar rakyat yang lebih maju dan profesional.

“Tema ‘Pasar Induk Maju Bersama, Pasar Induk Sejahtera Bersama’ adalah cerminan komitmen Pemko Medan. Pemerintah siap mendampingi pedagang agar pasar rakyat menjadi tulang punggung ekonomi kota yang sehat dan inklusif,” ujarnya.

Plt Dirut PUD Pasar Kota Medan, Imam Abdul Hadi, menyebut Pasar Induk Laucih sebagai ikon pasar tradisional masa depan yang harus ditata dengan standar pelayanan prima.

“Dengan luas mencapai 12 hektar, Pasar Induk Laucih punya potensi besar menjadi pasar percontohan. Ini bukan hanya pusat perdagangan, tapi juga ruang sosial yang perlu ditata secara modern dan efisien,” tegasnya.

Pengelola pasar, Rukun Sembiring, menyambut antusias pelantikan IPPIM, yang disebut sebagai jawaban atas kerinduan para pedagang selama satu dekade terakhir.

“IPPIM adalah mitra strategis kami. Aspirasi pedagang kini punya saluran resmi dan terstruktur untuk disampaikan kepada Pemko Medan,” ucapnya.

Nismahwati Boru Singarimbun yang dipercaya sebagai Ketua Umum IPPIM menyatakan siap mengemban amanah dan menjadi penyambung lidah pedagang.

“Kami akan hadir sebagai kekuatan kolektif untuk memperjuangkan kesejahteraan pedagang dan mendorong pasar ini menuju pengelolaan yang modern dan berdaya saing,” ujarnya penuh semangat.

Acara ditutup dengan penuh kehangatan dan semangat persatuan, menandai dimulainya era baru penguatan pasar tradisional di tengah dinamika ekonomi modern Kota Medan.

Dodi Rikardo Sembiring

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini