Di Tengah Sulitnya Ekonomi Masyarakat, Hj. Bunda Indah Kurban 7 Ekor Sapi dan 20 Kambing, Kaum Duafa hingga Fakir Miskin Ikut Rasakan Kebahagiaan Iduladha

0
72

GeberNews.com | Medan — Saat banyak masyarakat kecil masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Hj. Bunda Indah kembali hadir membawa kepedulian nyata bagi kaum duafa dan fakir miskin. Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 H, Hj. Bunda Indah bersama keluarga besar melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 7 ekor sapi dan 22 ekor kambing yang dibagikan kepada masyarakat pakir miskin kaum duapa yg membutuhkan.

Aksi sosial tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Hj. Bunda Indah namun beliau menunjukkan bahwa makna kurban sejati bukan hanya membagikan daging, tetapi memastikan masyarakat kecil benar-benar dapat menikmati kebahagiaan bersama keluarga mereka.

Tak hanya memberikan daging kurban, Hj. Bunda Indah juga membagikan bantuan beras 5 kg kepada para penerima manfaat. Bahkan, sebagian masyarakat turut menerima bantuan uang tunai sebesar Rp50 ribu untuk membeli kebutuhan memasak.

Langkah tersebut menuai apresiasi luas dari masyarakat dan ketua umum LSM TKN Kompas Nusantara sekaligus ketua umum pagar unri prabowo gibram untuk negara Republik Indonesia dan pimpinan umum media GeberNews.com Adi lubis karena dinilai sangat memahami kondisi rakyat kecil yang sering kali tidak memiliki biaya tambahan untuk mengolah daging kurban.

“Kalau masyarakat hanya menerima daging, tetapi tidak punya uang membeli bumbu dan kebutuhan memasak lainnya, tentu mereka tidak bisa menikmatinya dengan baik. Begitu juga kalau ada daging, tetapi tidak ada beras, bagaimana mereka bisa makan bersama keluarga dengan bahagia,” tegas Hj. Bunda Indah.

Menurutnya, semangat berkurban harus dibarengi rasa kepedulian dan empati terhadap sesama manusia, terutama masyarakat yang jarang menikmati makanan layak.

“Kita harus berkurban dan membahagiakan orang lain. Belum tentu mereka bisa makan daging satu kali dalam sebulan. Jadi ketika memberikan daging kurban, kita juga harus membantu kebutuhan lainnya agar mereka benar-benar bisa menikmatinya bersama keluarga,” ujarnya penuh haru.

Hj. Bunda Indah dikenal sebagai sosok wanita dermawan, rendah hati, dan aktif membantu masyarakat tanpa membedakan agama, suku, warna kulit, maupun status sosial. Di tengah kesibukannya dalam kegiatan sosial dan keagamaan, ia tetap menjadikan keluarga sebagai prioritas utama.

Sebagai seorang istri dan ibu, Hj. Bunda Indah tetap memberikan perhatian penuh kepada suami serta anak-anaknya. Sosoknya dikenal sederhana, penuh kasih sayang, dan tidak pernah lelah membantu masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.

Selain aktif di bidang sosial, Hj. Bunda Indah juga dikenal sebagai tokoh nasional yang aktif membina pengajian ibu-ibu melalui Majelis Taklim Halimah. Pengajian rutin tersebut digelar di kediamannya maupun di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dakwah serta kepedulian terhadap umat.

Sementara itu, Ketua Umum TKN Kompas Nusantara; Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo-Gibran untuk Negara Republik Indonesia; sekaligus Pimpinan Umum GeberNews.com, Adi Warman Lubis, menyebut Hj. Bunda Indah sebagai sosok panutan yang layak dijadikan teladan.

Pernyataan tersebut disampaikan Adi Warman Lubis dari Aceh pada Kamis, 28 Mei 2026.

“Hj. Bunda Indah bukan hanya sekadar tokoh masyarakat. Beliau adalah sosok panutan yang luar biasa. Kebaikannya tidak pernah memandang agama, suku, warna kulit, maupun golongan. Siapa pun yang membutuhkan bantuan, pasti akan beliau bantu,” ujar Adi Warman Lubis.

Adi Warman Lubis juga mengaku banyak mendapatkan pelajaran hidup dan nasihat berharga dari Hj. Bunda Indah yang hingga kini terus membekas dalam dirinya.

“Jujur, saya pribadi sudah menganggap Hj. Bunda Indah seperti orang tua sendiri. Saya banyak belajar dan menerima nasihat kehidupan dari beliau. Bunda selalu mengingatkan agar jangan pernah sombong karena semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT,” ungkapnya.

Menurut Adi Warman Lubis, salah satu nasihat yang paling membekas adalah pesan agar selalu berbuat baik tanpa memandang status sosial seseorang.

“Bunda pernah berkata kepada saya, ‘Adi, jangan pernah sombong, Nak. Apa yang perlu disombongkan? Bahkan daki di tubuh kita pun bukan milik kita. Semua hanyalah titipan Allah dan semuanya akan kembali kepada Allah. Jadi berbuat baiklah tanpa melihat status orang lain,’” tutur Adi Warman Lubis dengan suara bergetar.

Di akhir keterangannya, Adi Warman Lubis berharap Hj. Bunda Indah selalu diberikan kesehatan, umur panjang, serta rezeki yang berlimpah agar terus dapat membantu masyarakat kecil yang membutuhkan.

“Semoga Hj. Bunda Indah selalu sehat, panjang umur, dimudahkan rezekinya, dan tidak pernah lelah berbuat baik untuk masyarakat. Terima kasih atas semua nasihat dan ketulusan yang telah diberikan kepada kami,” pungkasnya.

(Adi Lubis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini