Dini Hari di Bukit Lawang: Sabu dan Ekstasi Disergap, Pelaku Tak Berkutik

0
51

Bahorok | GeberNews.com — kawasan wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, mendadak berubah mencekam. Di balik salah satu penginapan yang tampak biasa, aparat kepolisian bergerak cepat membongkar praktik gelap peredaran narkotika yang selama ini mengintai tanpa suara.

Pada Selasa, 1 April 2026, jajaran Polsek Bahorok melakukan penggerebekan setelah menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga kuat sebagai transaksi narkoba. Informasi itu bukan sekadar kabar angin ia menjadi pintu masuk terbongkarnya jaringan kecil yang beroperasi diam-diam di jantung kawasan wisata.

Kapolsek Bahorok, AKP Tunggul Situmeang, SH, menjelaskan bahwa operasi dimulai dengan penyelidikan intensif. Tim opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim melakukan pengintaian tertutup, memastikan setiap gerak-gerik target terpantau tanpa celah.

“Begitu posisi dipastikan, tim langsung bergerak. Tidak ada perlawanan. Pelaku kami amankan di lokasi,” tegas Kapolsek.

Seorang pria berinisial R.A (31) tak berkutik saat diringkus. Dari tangannya, petugas menyita barang bukti yang menguatkan dugaan aktivitas haram tersebut: narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,08 gram, dua butir pil yang diduga ekstasi, alat hisap (bong), serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil transaksi.

Pengungkapan ini bukan sekadar penangkapan—ini adalah peringatan keras bahwa peredaran narkotika telah menyusup hingga ke kawasan yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata alam. Di balik keindahan Bukit Lawang, ancaman narkoba ternyata mengendap, siap merusak generasi tanpa pandang tempat.

AKP Tunggul menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku narkotika di wilayah hukumnya. Penindakan akan terus digencarkan, tanpa kompromi.

“Kami pastikan, siapa pun yang terlibat akan kami kejar. Tidak ada tempat aman bagi pengedar narkoba di Bahorok,” ujarnya dengan nada tegas.

Apresiasi datang dari Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo. Ia menyebut langkah cepat jajaran Polsek Bahorok sebagai bukti nyata kehadiran Polri dalam menjaga rasa aman masyarakat.

“Ini kerja cepat, tepat, dan profesional. Saya apresiasi penuh. Ini juga menunjukkan bahwa laporan masyarakat benar-benar kami tindaklanjuti,” ujar Kapolres.

Namun di balik keberhasilan ini, ada pesan yang lebih besar: perang melawan narkoba belum usai. Bahkan, ia terus bergerak dalam senyap.

Kapolres mengingatkan masyarakat untuk tidak diam. Setiap informasi sekecil apa pun bisa menjadi kunci pengungkapan berikutnya. Ia juga menegaskan pentingnya memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam dan bebas biaya.

“Jangan takut melapor. Sinergi masyarakat dan kepolisian adalah benteng utama melawan kejahatan ini,” tegasnya.

Pengungkapan di Bukit Lawang menjadi gambaran nyata bahwa ancaman narkotika tidak mengenal batas wilayah. Ia bisa hadir di mana saja bahkan di tempat yang tampak paling tenang sekalipun.

Kini, satu pelaku telah diamankan. Namun bayang-bayang jaringan yang lebih luas masih menjadi pekerjaan rumah aparat. Satu hal yang pasti, aparat tak akan berhenti dan masyarakat diminta untuk tidak lagi menutup mata.

(Drong)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini