

Padang | GeberNews.com – Bulan suci Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Di Sumatera Barat (Sumbar), momentum ibadah ini juga dijadikan panggung penegasan disiplin berlalu lintas. Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat (Ditlantas Polda Sumbar) tampil di garis depan lewat program POLANTAS PRESISI HADIR MENUJU INDONESIA MAJU, mengajak masyarakat menjadikan jalan raya sebagai ruang latihan kesabaran dan tanggung jawab.
Pesan yang diusung tegas dan tak bertele-tele: puasa dan jalan raya sama-sama menuntut pengendalian diri. Siapa tak sabar, bukan hanya pahala yang melayang, tapi nyawa bisa jadi taruhan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K.; S.H.; M.H., menekankan bahwa Ramadhan seharusnya memperkuat karakter disiplin setiap pengendara. Menurutnya, ibadah tak berhenti di masjid atau rumah, tetapi juga tercermin saat tangan menggenggam kemudi dan kaki menginjak pedal gas.
“Puasa itu melatih kesabaran. Di jalan raya, kesabaran diuji setiap detik. Kalau keduanya dijalani dengan sungguh-sungguh, bukan hanya keselamatan yang kita raih, tapi juga nilai ibadah,” tegasnya.
Ia mengingatkan, intensitas aktivitas masyarakat meningkat menjelang waktu berbuka. Kondisi ini kerap memicu kemacetan, pelanggaran, bahkan kecelakaan. Euforia ingin cepat sampai rumah justru sering berujung petaka. Karena itu, kepatuhan terhadap rambu, pengaturan kecepatan, serta sikap saling menghargai menjadi kunci utama.
Dalam kampanye tersebut, figur lokal yang akrab di telinga warga, Uda Lalin dan Uni Lalin, diterjunkan langsung ke lapangan. Dengan pendekatan humanis dan bahasa yang membumi, keduanya menyampaikan edukasi keselamatan agar lebih mudah diterima masyarakat.
Mereka mengingatkan bahwa setiap klakson yang ditekan tanpa emosi, setiap rem yang diinjak dengan sabar, hingga setiap antrean yang dijalani tanpa saling serobot adalah bagian dari cerminan kualitas puasa seseorang.
“Kalau di siang hari kita mampu menahan haus dan lapar, mestinya kita juga mampu menahan emosi di jalan,” ujar salah satu petugas dalam kegiatan sosialisasi.
Ditlantas Polda Sumbar menegaskan komitmennya membangun budaya tertib berlalu lintas berbasis kesadaran moral dan spiritual. Bukan sekadar takut tilang, tetapi tumbuh dari pemahaman bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama.
Ramadhan, menurut Kombes Pol. Reza, harus menjadi titik balik. Jalan raya tak boleh lagi menjadi arena adu cepat dan adu nekat, melainkan ruang publik yang aman, tertib, dan penuh keberkahan.
Dengan kampanye ini, Ditlantas berharap masyarakat Sumbar tak hanya lulus dalam ujian puasa, tetapi juga lulus dalam ujian kesabaran di jalan raya. Karena pada akhirnya, keselamatan bukan kebetulan, ia lahir dari disiplin dan kesadaran yang dijaga setiap saat.
(Dodi R. Sembiring)








