

NTB | GeberNews.com – Perang terhadap narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki fase panas. Di bawah komando Kapolda NTB, Edy Murbowo, aparat tak hanya memburu bandar hingga ke luar daerah, tetapi juga menyikat oknum internal tanpa kompromi. Penangkapan Koko Erwin, bandar sabu yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Kamis (26/2/2026), menjadi bukti bahwa ruang gerak jaringan narkoba makin sempit. Pria yang diduga hendak kabur ke Malaysia itu diringkus sebagai bagian dari pengembangan kasus yang menyeret oknum pejabat kepolisian di Bima Kota.
Kapolda NTB menegaskan, penangkapan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas satuan, termasuk dukungan Bareskrim Polri. “Ini bagian dari upaya bersama untuk menuntaskan kasus yang berkaitan dengan NTB,” tegasnya. Langkah cepat dan terukur ini memperlihatkan keseriusan institusi dalam membongkar mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar.
Tak berhenti pada pengejaran bandar, tindakan tegas juga dijatuhkan kepada internal yang terbukti menyimpang. Kasatresnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, resmi dipecat tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti menyimpan ratusan gram sabu di rumah dinasnya. Keputusan tanpa pandang bulu ini menjadi pesan keras: tak ada tempat bagi pengkhianat seragam dalam barisan penegak hukum.
Dukungan publik pun mengalir deras. Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, dalam keterangan persnya mengapresiasi kepemimpinan Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si. yang dinilai konsisten memerangi narkoba. Sepanjang pengungkapan terbaru, Ditresnarkoba dan Satresnarkoba jajaran berhasil membongkar 157 kasus dengan 240 tersangka. Barang bukti yang disita tak main-main: sabu seberat 2.540,632 gram, ganja 53,79 gram, ekstasi 85,5 butir, tramadol 3.562 butir, magic mushroom, serta uang tunai Rp3.068.854.000.
Capaian ini disebut selaras dengan arahan Prabowo Subianto dan Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat perang terhadap narkotika sebagai kejahatan luar biasa. Bagi Azmi, pemusnahan barang bukti dalam skala besar menunjukkan komitmen nyata menjaga generasi muda dari ancaman kehancuran akibat narkoba.
Masyarakat NTB menilai, ketegasan yang dibarengi pendekatan humanis menjadi kombinasi kepemimpinan yang efektif. Integritas dijaga, pengawasan internal diperketat, dan sinergi dengan publik diperkuat. Di tengah maraknya peredaran gelap narkotika, figur Kapolda NTB dinilai mampu mengembalikan marwah institusi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Perang belum usai. Namun satu pesan telah ditegaskan: di NTB, bandar diburu sampai ke luar pulau, dan oknum yang bermain api akan dibakar oleh aturan.
Tim








