DPC Pemuda Demokrat Kota Medan: Walikota Diminta Antisipasi Dampak Gejolak Ekonomi terhadap Masyarakat

0
18

GeberNews.com | Medan – Di tengah tekanan ekonomi global yang kian terasa, DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Medan melontarkan peringatan keras kepada Pemerintah Kota Medan. Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 disebut menjadi titik krusial, seiring melemahnya nilai rupiah dan lonjakan dolar yang diklaim mencapai sekitar 5 persen, yang dinilai berpotensi menghantam kondisi ekonomi masyarakat.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Medan, Drs. Osriel P. Limbong, M.Si, saat ditemui di Sekretariat DPC Pemuda Demokrat Indonesia Jalan Kejaksaan No. 6 Medan, Jumat (1/5/2026). Osriel yang akrab disapa Bung Osriel di kalangan aktivis menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif menghadapi situasi ini.

“Walikota sebagai pemangku kebijakan harus mampu melakukan antisipasi. Harus ada solusi konkret agar gejolak ini tidak berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Menurut Osriel, persoalan utama saat ini bukan sekadar fluktuasi ekonomi global, melainkan bagaimana pemerintah mampu menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan tersebut.

Ia menilai melemahnya rupiah secara otomatis memperburuk daya beli dan mempersempit ruang hidup masyarakat kecil.

“Kami sangat mengkhawatirkan jika kondisi ini tidak segera diantisipasi. Pertumbuhan ekonomi bisa terganggu dan masyarakat menjadi korban dari situasi yang tidak terkendali,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti adanya jurang kesenjangan sosial yang semakin melebar.

Di satu sisi, masyarakat dihadapkan pada tekanan ekonomi, sementara di sisi lain kebijakan yang ada dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan mendasar tersebut.

Osriel juga mengaitkan situasi ini dengan semangat May Day yang mengusung tema perlawanan terhadap sistem penindasan dan dorongan untuk memerdekakan rakyat dari “mental perbudakan” menuju kemandirian ekonomi.

“Tema ini menjadi pengingat bahwa rakyat harus berdaulat di negeri sendiri. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi korban dari kepentingan politik dan sistem ekonomi yang tidak berpihak,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Medan mendesak agar Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, S.E., M.M.. melahirkan kebijakan strategis yang mampu menjadi jembatan solusi bagi masyarakat.

Antisipasi terhadap dampak pelemahan rupiah dan penguatan dolar dinilai harus menjadi prioritas agar tidak menimbulkan krisis yang lebih dalam.

“Harus ada perubahan sistem dalam perekonomian rakyat. Jika tidak, dampaknya akan semakin buruk dan langsung dirasakan masyarakat luas,” pungkas Osriel.

(Em/RT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini