

GeberNews.com | Medan – Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Paguyuban Jawa Keturunan Nusantara Bersatu (Pujaketarub) Sumatera Utara (Sumut) masa bakti 2026–2030 menjadi penegasan langkah organisasi untuk tampil sebagai kekuatan sosial-budaya yang solid dan berpengaruh di Sumut.
Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen, Jl. Perintis Kemerdekaan, Medan, Sabtu (25/4/2026).
Mengusung tema “Membangun dan Mengkokohkan Persatuan, Menjaga Warisan, serta Membentuk Masa Depan”, pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memperluas peran organisasi di tengah masyarakat multikultural.
Kehadiran tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, tokoh adat, hingga berbagai elemen undangan menunjukkan dukungan terhadap eksistensi DPW Pujaketarub Sumut.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh makna kebangsaan.
Dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Pujaketarub Nasional, serta mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu bangsa.
Doa dipimpin Ustadz H. Zulfikar, S.Pd.I., M.Pd., sebagai harapan agar kepengurusan yang baru dilantik diberikan kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan amanah organisasi.
Pelantikan juga dimeriahkan pertunjukan seni budaya Nusantara, seperti tarian persembahan dan Tor-Tor, yang menggambarkan harmonisasi budaya Jawa dan Batak di Sumut.
Ketua Panitia, Dr. Ir. Janter Napitupulu, M.T., I.P.U., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi awal langkah nyata organisasi untuk hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi awal gerak nyata organisasi untuk berkontribusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Prosesi pelantikan dipandu Sekretaris Jenderal DPP Pujaketarub Nasional, Iskandar Hasibuan, S.E., yang mengukuhkan Honni Tiurlan Simamora, S.E., M.M., sebagai Ketua DPW Pujaketarub Sumut.
Dalam sambutannya, Honni Tiurlan Simamora, S.E., M.M., menegaskan komitmennya menjadikan Pujaketarub sebagai rumah besar lintas etnis dan motor penggerak kegiatan sosial serta pelestarian budaya.
“Kami ingin Pujaketarub hadir sebagai kekuatan yang merawat persatuan, menjaga budaya, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketua Umum DPP Pujaketarub Nasional, Hermawan, S.H., M.H., dalam arahannya menekankan pentingnya kerja konkret dan komunikasi luas dengan masyarakat.
“Pengurus harus langsung bergerak, bukan hanya kuat di struktur, tetapi juga nyata dalam aksi,” ujarnya.
Pelantikan ini juga mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk perwakilan Gubernur Sumatera Utara, unsur Forkopimda, hingga tokoh masyarakat. Hal ini menunjukkan besarnya harapan terhadap peran organisasi dalam menjaga kebhinekaan.
Dengan kepengurusan yang lengkap dan mencakup berbagai bidang strategis, DPW Pujaketarub Sumut dinilai siap bergerak cepat memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumatera Utara.
(Dodi Rikardo Sembiring)








