MEDAN | GeberNews.com – Keluhan soal jalan rusak, banjir yang terus menghantui permukiman, persoalan sampah, hingga minimnya penerangan jalan umum menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga saat reses Anggota DPRD Kota Medan Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Jusup Ginting Suka, SE. Berbagai persoalan tersebut dinilai sudah terlalu lama belum mendapatkan penyelesaian yang maksimal dan kini mendesak untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.

Kegiatan reses tersebut berlangsung di Jalan Bendungan, Lingkungan I, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu, 26 Juli 2025. Acara diawali dengan doa yang dipimpin Pendeta Moses Sembiring dan dihadiri Sekretaris Camat Medan Tuntungan Eva Lusia Simamora, SE, mewakili Camat, Lurah Kelurahan Mangga Feryanto Arapenta Tarigan, Kepala Lingkungan I Juan Purba, A.Md., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Andi Sitohang, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Dalam forum yang berlangsung terbuka, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Kondisi drainase yang buruk, akses Jalan Bendungan yang rusak, sungai yang belum dinormalisasi sehingga memicu banjir saat hujan, persoalan sampah, hingga belum tersedianya penerangan jalan umum menjadi isu yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga berharap pemerintah memperluas akses Program Indonesia Pintar (PIP) agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh bantuan pendidikan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Jusup Ginting menegaskan seluruh keluhan masyarakat akan menjadi prioritas perjuangannya di DPRD Kota Medan. Ia memastikan setiap usulan akan dikawal melalui pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat diwujudkan dalam bentuk program pembangunan.
“Kegiatan reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, tetapi bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami kawal dan kami perjuangkan hingga menjadi program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Jusup Ginting.
Ia juga menegaskan tidak akan berhenti hanya mendengar aspirasi warga, melainkan akan terus mendesak organisasi perangkat daerah terkait agar segera merealisasikan kebutuhan pembangunan yang telah disampaikan masyarakat.
“Saya akan terus menagih dinas-dinas terkait di Kota Medan agar persoalan yang menjadi kebutuhan masyarakat segera mendapat perhatian. Pembangunan harus menyentuh kebutuhan nyata warga, bukan sekadar menjadi wacana,” ujarnya.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari warga yang menilai Jusup Ginting sebagai wakil rakyat yang konsisten hadir di tengah masyarakat. Menurut mereka, berbagai persoalan yang disampaikan selama ini selalu mendapat respons cepat dan diperjuangkan sesuai kewenangannya di DPRD Kota Medan.
Melalui kegiatan reses ini diharapkan hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat semakin erat, sehingga setiap aspirasi yang lahir dari lingkungan warga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Medan Tuntungan.
Sebagai penutup kegiatan, Jusup Ginting membacakan pantun dalam bahasa Karo sebagai pesan kebersamaan dan semangat membangun daerah.
“Riang-riang gumpari,Sirang gia kita gundari,Gelah sirang alu mejuah-juah.”
Sumber: Dodi Rikardo Sembiring







