MEDAN | GeberNews.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jurnalis Batak Intelektual Bersatu (JBIB) bersama Dewan Pimpinan Provinsi Perkumpulan Garda Nusantara Madani (GNM) Sumatera Utara tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Malam Anugerah yang akan digelar di Emerald Hotel Medan.


Kegiatan tersebut dipersiapkan sebagai bentuk apresiasi kepada sejumlah individu maupun lembaga yang dinilai memiliki kontribusi, dedikasi, kepedulian, serta kerja nyata bagi masyarakat.

Ketua Umum DPP JBIB sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Perkumpulan GNM Sumatera Utara, Irena Sinaga, SH, menegaskan bahwa Malam Anugerah tersebut tidak boleh berhenti pada kemeriahan dan seremoni semata.
Menurut Irena, yang sering disapa Iren, penghargaan harus diberikan kepada sosok atau lembaga yang benar-benar memiliki rekam jejak, dedikasi, dan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan, Senin (31/8/2026), di Lobby Hotel Danau Toba Medan.
“Malam Anugerah ini bukan sekadar acara seremonial. Kita ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang memang memiliki dedikasi, kontribusi dan kerja nyata. Jangan sampai penghargaan hanya menjadi simbol, tetapi tidak memiliki makna bagi masyarakat,” ujar Iren.
Selain aktif sebagai pimpinan organisasi, Iren juga dipercaya sebagai Pemimpin Umum JatranasNews.com dan KincirNews.com, serta Pimpinan Redaksi JatanrasNews.com dan 24hoursnews.id
Dengan aktivitasnya di dunia organisasi dan media, Iren menilai bahwa penghargaan kepada seseorang maupun lembaga harus memiliki dasar penilaian yang jelas dan objektif.
Ia menegaskan, popularitas tidak boleh menjadi ukuran utama dalam menentukan seseorang layak menerima penghargaan. Sebaliknya, rekam jejak dan kerja nyata harus menjadi pertimbangan utama.
“Banyak orang yang bekerja diam-diam, banyak yang memberikan kontribusi tanpa harus mencari popularitas. Kita ingin mereka juga mendapatkan perhatian dan penghargaan yang layak,” katanya.
Menghargai Kerja Nyata
Iren mengatakan, Sumatera Utara memiliki banyak tokoh dan elemen masyarakat yang selama ini memberikan kontribusi positif di berbagai bidang, namun tidak semuanya berada dalam sorotan publik.
Mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, komunitas, hingga kelompok sosial, menurutnya, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat.
Karena itu, Malam Anugerah JBIB dan Perkumpulan GNM Sumut diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun budaya menghargai kerja nyata dan pengabdian.
“Jangan sampai orang yang banyak tampil justru dianggap paling berjasa, sementara mereka yang bekerja di belakang layar dilupakan. Kita ingin melihat kerja nyatanya,” tegas Iren.
Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan utama seseorang dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Penghargaan, kata dia, merupakan bentuk apresiasi atas apa yang telah dilakukan, sementara kontribusi kepada masyarakat tetap menjadi hal yang paling utama.
“Kita tidak ingin orang berbuat karena mengejar penghargaan. Penghargaan itu adalah bentuk apresiasi atas apa yang sudah dilakukan. Yang paling utama tetap kontribusinya kepada masyarakat,” ujarnya.
Jangan Jadi Panggung Pencitraan
Iren juga mengingatkan agar Malam Anugerah tidak berubah menjadi panggung pencitraan.
Ia menilai, seseorang tidak selayaknya mendapatkan penghargaan hanya karena sering tampil di ruang publik, memiliki popularitas, atau memiliki akses tertentu.
Sebaliknya, penerima penghargaan harus memiliki kontribusi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau kita memberikan penghargaan, tentu harus bisa dipertanggungjawabkan kenapa orang tersebut layak menerimanya. Jangan sampai penghargaan diberikan hanya karena kepentingan tertentu,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat menjaga marwah Malam Anugerah sehingga penghargaan yang diberikan benar-benar memiliki nilai di mata penerima maupun masyarakat.
Jadi Momentum Silaturahmi
Selain memberikan apresiasi, Iren berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membuka ruang komunikasi yang lebih luas antarelemen masyarakat di Sumatera Utara.
Menurutnya, berbagai elemen masyarakat memiliki peran masing-masing dan dapat saling bersinergi untuk memberikan manfaat yang lebih besar.
“Kita ingin acara ini bukan hanya malam pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih luas. Semua elemen masyarakat punya peran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan organisasi harus mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Organisasi, menurut Iren, tidak boleh hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi harus mampu hadir menjawab kebutuhan serta persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Organisasi harus hadir dan manfaatnya bisa dirasakan. Jangan hanya ada nama dan struktur, tetapi tidak ada kontribusi. Kita ingin kegiatan yang dilakukan benar-benar memiliki manfaat,” tegasnya.
Emerald Hotel Jadi Lokasi
Untuk pelaksanaan Malam Anugerah, Emerald Hotel Medan dipilih sebagai lokasi kegiatan.
Persiapan terus dilakukan oleh pihak penyelenggara agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan tertib dan memberikan kesan positif bagi para tamu undangan maupun penerima penghargaan.
Iren berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu pelaksanaan saja, tetapi dapat dikembangkan menjadi agenda yang memiliki nilai dan manfaat lebih luas.
“Kalau kegiatan ini berjalan baik dan mendapat respons positif, tentu ke depan bisa kita kembangkan lagi. Yang penting dari awal kita sudah punya tujuan yang jelas,” ungkapnya.
Dengan konsep tersebut, Malam Anugerah JBIB dan Perkumpulan GNM Sumut di Emerald Hotel diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda formal organisasi.
Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah menunjukkan kerja nyata, dedikasi, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Publik pun kini menantikan pelaksanaan Malam Anugerah tersebut, termasuk siapa saja sosok dan lembaga yang nantinya akan menerima penghargaan dari JBIB dan Perkumpulan GNM Sumut.
Bagi Iren, penghargaan harus tetap dikembalikan kepada makna yang sesungguhnya, yakni mengakui kerja nyata, menghormati pengabdian, serta mendorong semakin banyak pihak untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Do)






