Johan Merdeka Desak Rindam I/BB dan Kodam I/BB Buka Fakta Meninggalnya Calon Prajurit

0
70

MEDAN – Ketua Walet Reaksi Cepat (WRC) BIRENDRA Sumatera Utara, Johan Merdeka, mendesak Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) I/Bukit Barisan dan Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan agar membuka secara transparan fakta meninggalnya seorang calon Bintara TNI saat menjalani pendidikan di Rindam I/Bukit Barisan.

Pernyataan tersebut disampaikan Johan Merdeka kepada wartawan saat dimintai keterangannya di Kantor Sekretariat WRC BIRENDRA Sumatera Utara, Jalan Pintu Air No. 10, Sisingamangaraja (SM Raja), Medan, Jumat (24/7/2026).

Dalam keterangannya, Johan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum Genial Gavensi Gulo, pemuda asal Kabupaten Nias Barat yang dilaporkan meninggal dunia setelah beberapa hari mengikuti pendidikan calon prajurit di Rindam I/Bukit Barisan.

Menurut Johan, setiap calon prajurit memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, pelayanan kesehatan yang layak, serta perlakuan yang manusiawi selama menjalani pendidikan militer.

“Seorang anak bangsa berangkat dengan cita-cita mengabdikan diri kepada negara melalui TNI. Namun, ia justru kembali kepada keluarganya dalam keadaan meninggal dunia. Peristiwa seperti ini harus diusut secara serius dan tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa,” ujar Johan.

Ia menegaskan, pihak Rindam I/Bukit Barisan dan Kodam I/Bukit Barisan perlu segera memberikan penjelasan resmi kepada keluarga korban maupun masyarakat mengenai kronologi kejadian secara terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Johan juga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, independen, dan transparan. Menurutnya, apabila ditemukan adanya kelalaian, pelanggaran prosedur, maupun tindakan yang bertentangan dengan hukum atau standar pembinaan, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mengungkap fakta yang sebenarnya tidak akan mengurangi kehormatan institusi. Justru sikap terbuka, evaluasi menyeluruh, dan penindakan terhadap pihak yang terbukti bersalah akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada TNI,” katanya.

Sebagai Ketua WRC BIRENDRA Sumatera Utara, Johan menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi terhadap sistem pendidikan calon prajurit, khususnya terkait pola pembinaan, mekanisme pengawasan, serta standar perlindungan kesehatan dan keselamatan selama mengikuti pendidikan.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pemenuhan hak-hak calon prajurit agar setiap peserta pendidikan mendapatkan rasa aman serta terhindar dari segala bentuk tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun jiwanya.

Lebih lanjut, Johan berharap peristiwa yang menimpa Genial Gavensi Gulo menjadi pelajaran berharga bagi institusi TNI untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap calon prajurit sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Menurutnya, berbagai elemen masyarakat akan terus mengawal penanganan kasus tersebut hingga penyebab meninggalnya korban terungkap secara terang.

“Keadilan bagi Genial Gavensi Gulo bukan hanya untuk keluarganya, tetapi juga demi menjaga kehormatan institusi dan memastikan tidak ada lagi calon prajurit yang kehilangan nyawa tanpa kejelasan. Negara harus hadir mengungkap seluruh fakta dan memberikan keadilan kepada keluarga korban,” tegas Johan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Rindam I/Bukit Barisan maupun Kodam I/Bukit Barisan terkait kronologi maupun penyebab meninggalnya calon prajurit tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan siap memuat penjelasan maupun klarifikasi dari pihak terkait sebagai bagian dari penerapan prinsip pemberitaan yang berimbang serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini