MEDAN | GeberNews.com – Semangat kreativitas generasi muda mewarnai penutupan Medan Fashion Culture Festival 2026 yang berlangsung meriah di Atrium Sun Plaza Medan, Minggu (18/10/2026).

Festival yang menggabungkan dunia fashion, seni, budaya, fotografi, dan kreativitas digital tersebut resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, S.STP., M.M., yang hadir mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Penutupan festival ini menjadi momentum penting bagi perkembangan industri kreatif di Kota Medan. Tidak sekadar menampilkan keindahan busana dan pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga memperlihatkan besarnya potensi generasi muda dalam menciptakan karya inovatif yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal sekaligus mendukung kemajuan pariwisata daerah.
Sejak rangkaian acara berlangsung hingga penutupan, suasana Atrium Sun Plaza Medan dipenuhi antusiasme peserta dan pengunjung.
Berbagai karya dan penampilan yang ditampilkan menjadi gambaran bahwa fashion dan budaya dapat dikemas secara modern, menarik, serta relevan dengan perkembangan zaman.
M. Odi Anggia Batubara Dorong Fashion dan Budaya Jadi Identitas Kota Medan
Dalam kesempatan tersebut, M. Odi Anggia Batubara, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Medan Fashion Culture Festival 2026.
Festival ini dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat, mengembangkan kreativitas, serta memperkenalkan potensi budaya Kota Medan melalui karya-karya yang inovatif.
Kota Medan dikenal sebagai daerah yang memiliki keberagaman suku, tradisi, adat istiadat, dan kesenian.
Kekayaan multikultural tersebut merupakan modal penting untuk melahirkan karya fashion yang memiliki karakter khas, sekaligus mampu mengikuti perkembangan industri kreatif modern.
Melalui perpaduan nilai-nilai budaya dan sentuhan kreativitas masa kini, para pelaku industri fashion diharapkan dapat menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki identitas dan nilai jual.
Semangat inilah yang menjadi salah satu pesan penting dari penyelenggaraan festival, yakni menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi dan kreativitas sebagai kekuatan untuk mendorong kemajuan Kota Medan.
Dukungan terhadap kegiatan kreatif semacam ini juga diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi desainer lokal, fotografer, kreator konten, pelaku UMKM, dan berbagai komunitas seni untuk berkembang serta membangun jejaring yang lebih luas.
Empat Kategori Kompetisi Warnai Puncak Festival
Salah satu rangkaian yang paling dinantikan dalam penutupan Medan Fashion Culture Festival 2026 adalah pengumuman pemenang dari empat kategori perlombaan, yakni Fashion Show, Photography Competition, Reels Competition, dan Fashion Sketch Competition.
Masing-masing kategori menghadirkan karakter dan keunggulan tersendiri, sekaligus memperlihatkan luasnya ruang kreativitas yang dapat dikembangkan dalam industri fashion dan budaya.
Pada kategori Fashion Show, para peserta menampilkan kemampuan memperagakan busana dengan penuh percaya diri.
Penampilan mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya fashion yang memadukan unsur estetika, gaya modern, dan inspirasi budaya.
Sementara itu, Photography Competition memberikan kesempatan kepada para fotografer untuk menuangkan kreativitas melalui bidikan kamera.
Setiap karya menjadi sarana untuk menangkap keindahan, suasana, dan berbagai perspektif menarik yang berkaitan dengan fashion maupun budaya.
Di kategori Reels Competition, para kreator konten ditantang untuk menyampaikan pesan melalui video pendek yang kreatif dan komunikatif.
Pemanfaatan media sosial menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi Kota Medan kepada khalayak yang lebih luas, termasuk generasi muda yang aktif di ruang digital.
Adapun Fashion Sketch Competition menjadi wadah bagi calon desainer untuk menuangkan gagasan dan imajinasi ke dalam rancangan busana berbentuk sketsa. Dari proses tersebut, ide-ide kreatif dapat dikembangkan menjadi konsep desain yang memiliki karakter, nilai seni, dan peluang untuk diwujudkan sebagai produk fashion.
Pengumuman para pemenang menjadi salah satu puncak kemeriahan acara.
Apresiasi yang diberikan kepada peserta diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan, dan berani bersaing dalam industri kreatif.
Keempat kategori tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dunia fashion memiliki hubungan erat dengan berbagai bidang lain, mulai dari seni rupa, fotografi, desain, komunikasi digital, hingga pengembangan usaha kreatif.
Buka Peluang bagi Generasi Muda dan Pelaku UMKM
Medan Fashion Culture Festival 2026 juga menjadi ruang pertemuan bagi berbagai potensi kreatif yang dimiliki Kota Medan. Generasi muda tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menampilkan hasil karya, tetapi juga dapat membangun pengalaman, memperluas pergaulan profesional, serta mengenal peluang di sektor ekonomi kreatif.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan tren industri, kreativitas menjadi modal penting untuk menciptakan produk maupun layanan yang memiliki daya tarik dan nilai ekonomi.
Desainer lokal dapat mengembangkan busana yang mengangkat kekayaan tradisi, fotografer dapat memperluas peluang melalui karya visual, sedangkan kreator digital dapat membantu mempromosikan produk dan destinasi melalui konten yang menarik.
Kegiatan seperti ini juga berpotensi memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di bidang fashion, kerajinan, aksesori, dan produk berbasis budaya lokal.
Dengan semakin banyaknya ruang untuk menampilkan karya, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan mampu membangun pasar, memperkuat identitas produk, serta meningkatkan daya saing usaha mereka.
Karena itu, festival fashion dan budaya bukan hanya berkaitan dengan hiburan atau perlombaan. Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.
Fashion dan Budaya Berpotensi Perkuat Pariwisata Medan
Sebagai kota multikultural, Medan memiliki kekayaan budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik pariwisata.
Keberagaman tradisi, seni, kuliner, busana, dan ekspresi budaya masyarakat merupakan potensi yang dapat diperkenalkan melalui berbagai kegiatan kreatif.
Medan Fashion Culture Festival 2026 memperlihatkan bagaimana unsur budaya dapat dikemas dalam bentuk kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat modern, terutama generasi muda.
Kolaborasi antara fashion, seni, fotografi, dan teknologi digital juga membuka peluang promosi yang lebih luas. Karya yang dihasilkan tidak hanya dapat dinikmati secara langsung oleh pengunjung, tetapi juga berpotensi menjangkau masyarakat di berbagai daerah melalui platform digital.
Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, kegiatan kreatif seperti ini dapat membantu memperkuat citra Kota Medan sebagai destinasi yang memiliki kekayaan budaya sekaligus dinamika kreativitas modern.
Penyelenggaraan festival juga menjadi peluang untuk mempertemukan pelaku industri kreatif dengan masyarakat, sehingga potensi lokal semakin dikenal dan memperoleh apresiasi yang lebih besar.
Penutupan Menjadi Awal Kolaborasi Kreatif Berikutnya
Berakhirnya Medan Fashion Culture Festival 2026 tidak harus dimaknai sebagai akhir dari rangkaian kreativitas.
Sebaliknya, festival ini dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan yang mendorong inovasi, kolaborasi, dan pengembangan bakat di Kota Medan.
Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pariwisata diharapkan terus mendukung ruang-ruang kreatif yang mampu memperkenalkan budaya lokal, membuka kesempatan bagi generasi muda, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Sinergi antara pemerintah, desainer, fotografer, kreator konten, pelaku UMKM, komunitas budaya, dan berbagai unsur masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun industri kreatif yang berkelanjutan.
Kehadiran sosok-sosok muda dengan ide segar juga menjadi modal berharga bagi Kota Medan untuk menghadapi persaingan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan dukungan yang tepat, kreativitas dapat berkembang menjadi karya yang bernilai seni sekaligus memiliki peluang ekonomi.
Penutupan Medan Fashion Culture Festival 2026 di Atrium Sun Plaza Medan pun meninggalkan pesan bahwa budaya dan modernitas dapat berjalan beriringan.
Kekayaan tradisi tetap menjadi identitas, sementara inovasi memberikan ruang bagi lahirnya karya-karya baru.
Melalui semangat tersebut, M. Odi Anggia Batubara, S.STP., M.M., bersama jajaran Pemerintah Kota Medan diharapkan terus mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk berprestasi dan berkontribusi bagi daerah.
Medan Fashion Culture Festival 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan mengolah potensi tersebut menjadi karya yang inspiratif, berdaya saing, dan membanggakan masyarakat Kota Medan.
(Dodi Rikardo Sembiring)

















