Ketua DPP GNM Sumut, Irena Sinaga, S.H.: “Bangsa Ini Mustahil Maju Jika Gurunya Terluka”

0
143

Medan | GeberNews.com — Peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada Selasa (25/11/2025) kembali menjadi momen refleksi mendalam bagi bangsa. Dengan mengusung tema nasional “Guru Hebat, Indonesia Bermartabat”, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Garda Nusantara Madani (GNM) Sumut, Irena Sinaga, S.H., menyampaikan seruan tegas dan menggugah yang menyoroti kondisi para pendidik yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera.

Dalam wawancara bersama wartawan di Medan, Irena menegaskan bahwa para guru hari ini memikul tanggung jawab yang semakin berat di tengah tantangan zaman, namun penghargaan terhadap profesi mereka justru sering tidak sejalan dengan pengorbanan yang diberikan setiap hari.

“Guru adalah pelita bangsa. Tetapi bagaimana mungkin cahaya itu dapat menerangi kalau sumbunya terus dibiarkan hampir padam?” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.

Irena mengurai berbagai persoalan yang membelit dunia pendidikan, mulai dari guru honorer yang bertahun-tahun tanpa kepastian status, pendapatan yang minim, beban administratif yang kian menumpuk, hingga tekanan sosial yang sering luput dari perhatian publik. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan paradoks besar yang terus menghantui dunia pendidikan Indonesia.

“Negara tidak bisa menuntut kualitas pendidikan jika martabat gurunya saja belum ditegakkan. Dahulukan kesejahteraan mereka. Jangan jadikan guru hanya slogan setiap peringatan, lalu dilupakan setelah seremoni selesai,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa reformasi pendidikan harus melibatkan guru secara langsung dalam proses pengambilan kebijakan. Masukan para pendidik yang setiap hari berada di ruang kelas, kata Irena, jauh lebih relevan dibanding sekadar perumusan di ruang rapat birokrasi.

Memperingati Hari Guru Nasional 2025, Irena menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pendidik yang tetap setia mengabdi meski terus dihantam berbagai perubahan, tekanan, dan tantangan dari waktu ke waktu.

“Guru bukan hanya mengajar. Mereka membentuk akhlak, menanamkan keberanian, memahat karakter, dan menulis harapan di benak anak-anak bangsa. Sebenarnya, masa depan negeri ini hidup di ruang kelas, bukan di ruang rapat para elite,” katanya.

Irena menutup penyampaiannya dengan pesan moral yang kuat dan menggugah publik untuk tidak menutup mata atas kondisi para pendidik.

“Bangsa ini mustahil maju jika gurunya terluka. Hari Guru bukan sekadar ucapan selamat, tetapi janji moral untuk memperbaiki nasib mereka. Karena di tangan guru, Indonesia menemukan dirinya,” tegasnya.

Peringatan Hari Guru Nasional 2025, imbuh Irena, adalah cermin bahwa kualitas sebuah bangsa dapat diukur dari bagaimana negara memperlakukan sosok yang setiap hari mengajarkan kehidupan: guru.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini