Jakarta | GeberNews.com – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah (PP IPA) meluncurkan Gerakan Penguatan Karakter Pelajar Indonesia (PKPI) sebagai langkah konkret memperkuat moral dan karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
Gagasan tersebut telah disampaikan langsung kepada Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, KH. Dr. Masyhuril Khamis, SH., MM., sebagai bentuk komitmen organisasi pelajar Islam tersebut dalam mendorong lahirnya program pembinaan karakter yang lebih masif dan terstruktur di lingkungan pendidikan.
Ketua Umum PP IPA, Mhd Amril Harahap, mengatakan bahwa berbagai fenomena sosial yang berkembang saat ini perlu menjadi perhatian serius seluruh elemen bangsa. Menurutnya, penguatan karakter dan moral pelajar harus menjadi prioritas guna menjaga kualitas generasi penerus bangsa.
“Sebagai organisasi pelajar Islam, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut berperan aktif dalam membangun karakter generasi muda.
Tantangan yang dihadapi pelajar saat ini semakin nyata sehingga membutuhkan langkah preventif yang konkret,” ujar Amril saat memberikan keterangan di Kantor PB Al Washliyah, Jakarta, Selasa (3/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Amril didampingi Sekretaris Jenderal Khoirunnisa, Bendahara Umum Mhd Ilham Harahap, serta Anggota Pleno Dtm Asril Marzuki dan M. Fauzani Fikri Ihsan Nasution.
Amril menjelaskan, program PKPI akan diawali di seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Al Jam’iyatul Washliyah di berbagai daerah. Melalui program tersebut, PP IPA berharap penguatan pembinaan karakter, akhlak, dan pengawasan terhadap peserta didik dapat berjalan lebih optimal.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, PP IPA juga meminta dukungan PB Al Washliyah agar menginstruksikan seluruh pimpinan lembaga pendidikan dan tenaga pendidik di lingkungan Al Washliyah untuk meningkatkan perhatian terhadap pembinaan moral dan karakter pelajar.
Tidak hanya di lingkungan internal, PP IPA berencana membawa gagasan PKPI ke tingkat nasional dengan menyampaikannya kepada sejumlah kementerian terkait serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Selain itu, organisasi tersebut juga mendorong DPR RI agar memberikan perhatian lebih terhadap upaya perlindungan generasi muda melalui penguatan pendidikan karakter.
Sebagai tindak lanjut, PP IPA berkomitmen melakukan sosialisasi secara luas kepada pelajar, guru, orang tua, dan masyarakat. Program ini juga akan diiringi dengan berbagai kajian, diskusi, serta pelibatan akademisi, tokoh agama, dan praktisi pendidikan guna merumuskan langkah strategis dalam memperkuat karakter pelajar Indonesia.
Menurut Amril, berbagai kasus yang menjadi sorotan publik belakangan ini harus dijadikan bahan evaluasi bersama. Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan fondasi moral, etika, dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.
“Penguatan karakter pelajar merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara harus bersinergi untuk memastikan generasi Indonesia tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.
(Abd. Halim)







