Ketua IMO Indonesia Sumut: Tanpa Polri yang Kuat, Stabilitas Negara Mustahil Terjaga

0
72

MEDAN – Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara (Sumut), AH Nuar Erde, menegaskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di Indonesia, Selasa (30/6/2026).

Menurut Nuar, di tengah tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kriminalitas konvensional, kejahatan siber, penyebaran hoaks, hingga potensi konflik sosial, kehadiran Polri yang kuat, profesional, berintegritas, dan humanis merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

“Polri adalah benteng terdepan dalam menjaga stabilitas negara. Tanpa institusi kepolisian yang kuat dan dipercaya masyarakat, mustahil keamanan dan ketertiban dapat terwujud. Karena itu, HUT Bhayangkara harus menjadi momentum memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kepercayaan publik,” tegasnya.

Nuar mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap Polri hingga kini masih berada pada tingkat yang baik. Hal itu tercermin dari hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai 82,4 persen terhadap kinerja Polri sepanjang tahun ini. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menilai keberadaan Polri tidak pernah terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas sosial, ekonomi, maupun pemerintahan membutuhkan peran kepolisian, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), menangani tindak pidana, menerima laporan kehilangan, mengamankan berbagai kegiatan, hingga memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan.

“Kalau lingkungan aman, itu karena polisi bekerja. Ketika terjadi pencurian, masyarakat melapor kepada polisi. Saat ada kegiatan besar, masyarakat meminta pengamanan kepada polisi. Bahkan ketika seseorang mengalami kesulitan di perjalanan, kantor polisi menjadi tempat pertama untuk meminta bantuan. Artinya, Polri selalu hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Nuar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa.

“Keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Tanpa rasa aman, investasi terganggu, ekonomi melemah, dan aktivitas masyarakat tidak akan berjalan optimal. Karena itu, memperkuat Polri berarti memperkuat Indonesia. Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Teruslah menjadi Polri yang Presisi, profesional, dicintai rakyat, dan mengabdi tanpa henti untuk bangsa dan negara,” tutupnya.

(Syahdan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini