Ketua Komisi III Dewan K3 Sumut Soroti Kesiapan Jalur Evakuasi dan Skema Keselamatan di Stadion Teladan Medan

0
12

Medan | GeberNews.com – Ketua Komisi III Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi Sumatera Utara, T.M. Yusuf, menyoroti pentingnya kesiapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Stadion Teladan Medan menjelang berbagai agenda besar yang diperkirakan akan menghadirkan ribuan penonton.

Menurut Yusuf, hingga saat ini masyarakat belum mendapatkan penjelasan secara komprehensif terkait skema pengamanan, jalur evakuasi, prosedur tanggap darurat, serta standar keselamatan yang akan diterapkan di stadion tersebut. Ia menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Sumatera Utara.

“Perhelatan akbar ini jangan sampai berubah menjadi kedukaan akbar. Kita belum melihat secara jelas skema K3 yang disiapkan untuk evakuasi penonton apabila terjadi keadaan darurat,” ujar T.M. Yusuf kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Yusuf mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah melakukan peninjauan langsung ke Stadion Teladan Medan.

Namun, menurutnya, kunjungan tersebut harus diikuti dengan keterbukaan informasi kepada publik mengenai standar keselamatan yang akan diterapkan selama penyelenggaraan kegiatan.

Ia menegaskan bahwa aspek K3 tidak boleh hanya menjadi pelengkap administrasi, melainkan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Walaupun Wali Kota Medan dan Gubernur Sumatera Utara telah meninjau stadion, sampai hari ini masyarakat belum mendapatkan kepastian terkait penanganan skema K3. Keselamatan penonton harus menjadi fokus utama,” tegasnya.

Sebagai Ketua Komisi III Dewan K3 Provinsi Sumatera Utara, Yusuf mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak mengabaikan potensi risiko yang dapat timbul apabila sistem keselamatan dan jalur evakuasi tidak dirancang secara matang.

“Saya sebagai Ketua Komisi III Dewan K3 Provinsi Sumatera Utara mengingatkan seluruh pemangku kebijakan agar jangan sampai Kota Medan menjadi Kanjuruhan kedua.

Keselamatan masyarakat harus ditempatkan di atas segala kepentingan lainnya,” katanya.

Selain itu, Yusuf meminta Aparat Penegak Hukum (APH), unsur TNI-Polri, serta instansi terkait untuk memperketat pengamanan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi risiko di Stadion Teladan Medan. Menurutnya, pengamanan yang optimal harus dibarengi dengan kesiapan jalur evakuasi, ketersediaan tenaga medis, titik kumpul darurat, serta mekanisme penanganan keadaan darurat yang jelas dan terukur.

Ia menegaskan bahwa keselamatan penonton merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh dianggap remeh. Karena itu, Dewan K3 Provinsi Sumatera Utara mendorong FORKOPIMDA Sumatera Utara untuk membuka secara transparan kepada publik seluruh skema keselamatan, standar operasional prosedur (SOP), serta mekanisme evakuasi yang telah dipersiapkan.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Jangan menunggu sampai terjadi insiden baru kemudian melakukan evaluasi. Semua potensi risiko harus diantisipasi sejak awal melalui penerapan standar K3 yang ketat dan terukur,” tutup Yusuf.

(Adel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini