Lebih dari 150 Tokoh Sumut Deklarasikan Gerakan Kaya Raya Bersama Rakyat Indonesia

0
325

Medan | GeberNews.com – Lebih dari 150 tokoh masyarakat Sumatera Utara lintas agama, etnis, dan profesi secara resmi mendeklarasikan Gerakan Kaya Raya Bersama Rakyat Indonesia (GKR-BRI) di AOBI Café Terrace, Jalan Singgalang No.1 Medan, Senin (10/11/2025) sekira pukul 15.00 WIB. Gerakan ini lahir dari kegelisahan kolektif atas ketimpangan kesejahteraan dan ketidakadilan sistem perekonomian yang masih dirasakan rakyat, meski Indonesia telah delapan dekade merdeka. Melalui semangat “Kaya Raya Bersama”, GKR-BRI mengusung gagasan pengelolaan kekayaan sumber daya alam yang berpihak kepada rakyat secara menyeluruh.

Dukungan berbagai elemen masyarakat terlihat dari kehadiran sejumlah tokoh yang datang tanpa paksaan. Di antaranya Syarifuddin Siba, Parlindungan Purba, Daudsyah Munthe, Harmen Ginting, Irwansyah Nasution, Datuq Adil Freddy Haberham, Budiman Nadapdap, Effendi Manulang dari Tebing Tinggi, Alaxander Gulo, tokoh perempuan Elvi Rahmita Ginting, T Laurina dari Kerajaan Ramunia Serdang, serta tokoh media Anto Genk dan HA Nuar Erde bersama puluhan anggota DPW IMO Indonesia Sumatera Utara.

Dalam rangkaian acara, Dr. Yanhar Jamaluddin, M.A.P., tampil menyampaikan orasi bertema “Transparansi Pengelolaan Keuangan Publik”. Sejumlah tokoh lain juga memberikan pandangan, seperti Taufiqqurahman mantan Sekjen PB GAMMI, T Ismail dan T Muchairad dari Istana Maimun, Ahmad Arief dari Partai Demokrat, Muazad Zein mantan Sekretaris DPRD Medan, Marah Husen Lubis mantan Kadispora Medan, Mayzen Saftana, Edwin Ginting, Ustad Juliadi Ketua PIN Sumut, Prof Basyarsah mantan Rektor Al Washliyah, Harus Fadhillah mantan Sekda Sergai, serta Prof Shafwan Hadi Umri selaku budayawan dan ahli bahasa.

Pembacaan deklarasi dipimpin Irwansyah Nasution, S.H., M.H., tokoh Sahabat Segala Suku. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negeri yang diberkahi kekayaan alam melimpah, namun sebagian besar rakyat belum menikmati hasilnya. Kondisi tersebut, katanya, merupakan buah dari sistem ekonomi yang timpang dan hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Menurut Irwansyah, ketidakmerataan kesejahteraan telah berlangsung sejak awal kemerdekaan. Ia menyebut munculnya gagasan perubahan arah kebijakan ekonomi yang dibawa Prabowo Subianto dan Purbaya Yudhi Sadewa memberi harapan baru bagi pemerataan kemakmuran di Indonesia.

Sementara itu, Syarifuddin Siba sebagai salah satu penggagas GKR-BRI menegaskan bahwa gerakan ini mendorong lahirnya kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat banyak. Ia menekankan bahwa seluruh kekayaan alam Indonesia wajib digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan terpusat pada segelintir pihak.

“Gerakan ini merupakan seruan moral untuk mempercepat terwujudnya kebijakan yang membangun kesejahteraan rakyat. Atas dasar kesadaran tersebut, kita mendeklarasikan Gerakan Kaya Raya Bersama Rakyat Indonesia,” ujarnya.

Deklarasi GKR-BRI di Medan menjadi momentum konsolidasi moral lintas elemen masyarakat dalam memperjuangkan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial dalam bingkai persatuan. Gerakan ini meneguhkan harapan atas lahirnya tatanan ekonomi baru yang adil, merata, dan benar-benar menghadirkan kemakmuran bagi rakyat di negeri yang sesungguhnya kaya.

🟥 Dodi Rikardo | GeberNews.com
🗣️ Mengungkap Segala Fakta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini