Merasa Tidak Dihargai, Bendahara DPW IMO Indonesia Sumut Kecewa: “Saya Punya Peran Besar, Tapi Seolah Dilupakan”

0
44

MEDAN | GeberNews.com — Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara, Irena Sinaga, S.H., mengungkapkan rasa kecewa dan kekesalannya setelah pelaksanaan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar pada Senin, 17 Agustus 2026 lalu. Kekecewaan tersebut disampaikan Irena melalui pesan WhatsApp pada Kamis malam, 20 Agustus 2026. Ia mengaku merasa tidak mendapatkan penghargaan yang semestinya atas peran dan kontribusinya dalam mempersiapkan serta menyukseskan rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan tersebut.

Menurut Irena, dirinya bukan sekadar hadir sebagai peserta, tetapi ikut mengambil bagian penting dalam proses pelaksanaan kegiatan. Waktu, tenaga, pikiran, hingga tanggung jawab yang diberikan telah ia jalankan demi memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Namun, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, muncul rasa kecewa karena kontribusi yang telah diberikan seolah tidak mendapatkan perhatian maupun penghargaan.

“Yang membuat saya kecewa bukan soal penghargaan dalam bentuk materai. Tapi saya merasa keberadaan dan kontribusi saya seolah tidak dihargai. Padahal saya ikut berperan besar dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan tersebut,” ungkap Irena.

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai siapa yang mendapatkan pujian atau tampil di depan, melainkan menyangkut sikap saling menghargai di dalam sebuah organisasi. Menurutnya, sebuah kegiatan dapat berjalan sukses karena adanya kerja bersama. Karena itu, setiap orang yang terlibat dan memberikan kontribusi seharusnya mendapatkan apresiasi secara proporsional, tanpa mengabaikan peran pihak lain.

Irena berharap persoalan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran organisasi agar ke depan tidak terjadi lagi kesalahpahaman maupun tindakan yang dapat menimbulkan rasa kecewa di antara pengurus. “Kalau memang kita bekerja dalam satu organisasi, jangan hanya melihat siapa yang terlihat di depan. Ada orang-orang yang bekerja di belakang layar dan mengeluarkan tenaga, pikiran serta waktunya.

Mereka juga patut dihargai,” tegasnya. Lebih lanjut, Irena menyatakan dirinya tetap menghormati organisasi dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun, ia memilih menyampaikan kekecewaannya secara terbuka agar persoalan tersebut tidak menjadi ganjalan dan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan yang diperingati seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, bukan justru menimbulkan rasa tidak dihargai di antara sesama. “Jangan sampai semangat kebersamaan hanya menjadi slogan. Kalau kita ingin organisasi semakin solid, maka hal paling dasar yang harus dijaga adalah saling menghargai dan menghormati kontribusi masing-masing,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan dari pihak terkait lainnya mengenai pernyataan dan kekecewaan yang disampaikan Irena Sinaga.

(Redaksi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini