

Sibolangit | GeberNews.com — Malam itu, langit Sibolangit tampak tenang. Hembusan angin gunung membawa aroma tanah basah dan daun pinus, sementara cahaya obor dan api unggun menari di antara ribuan kader Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) yang berdiri membentuk lingkaran di tengah bumi perkemahan. Sabtu malam menjelang Minggu dinihari, 2 November 2025, menjadi malam penuh makna bagi para kader muda yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Ketika Ketua Umum Pimpinan Pusat GPA, Aminullah Siagian, melangkah ke depan dengan membawa tongkat komando berukir Asmaul Husna, suasana seketika menjadi hening. Dari wajah-wajah muda yang diterangi cahaya api, terpancar khidmat dan semangat suci. Malam itu bukan sekadar penutupan jambore, melainkan malam ikrar perjuangan.
“Demi Allah, kami berikrar…!” suara Aminullah menggema lantang di antara pepohonan. Ribuan suara pemuda membalas serentak, mengguncang langit Sibolangit. Dalam sinar api unggun yang bergoyang, tujuh ikrar sakral pun diucapkan dengan tangan kanan mengepal dan kepala menunduk khusyuk. Bagi para pemuda GPA, ikrar itu bukan slogan, melainkan sumpah hidup — kompas moral untuk menegakkan kebenaran, menjaga bangsa, dan mengabdi kepada Allah SWT.
Tongkat komando hitam eboni yang dipegang Aminullah tampak berkilau disinari api unggun. Setiap ukiran Asmaul Husna di permukaannya menjadi simbol doa dan kekuatan spiritual. “Setiap ukiran adalah doa, dan setiap doa adalah kekuatan. Tongkat ini menjadi tanda bahwa komando kita bersumber dari Allah SWT, bukan dari ambisi pribadi,” ujar Aminullah dengan suara bergetar, menatap ribuan pasang mata yang menyala penuh harapan.
Usai pengucapan ikrar, Aminullah memberikan wejangan yang menggugah hati. Ia menegaskan bahwa menjadi pemuda Al Washliyah berarti menjadi ksatria umat, bukan penyebar kebencian atau pencari kesalahan. “Kita tidak boleh menjadi pemuda yang mencaci atau menebar benci. Jadilah pemuda yang membangkitkan semangat seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya di tengah riuh nyala api unggun.
Aminullah juga mengingatkan tentang bahaya politik pecah belah yang dapat menghancurkan bangsa dari dalam. Menurutnya, sejarah telah mengajarkan bahwa perpecahan hanya membawa luka dan kehancuran. “GPA berdiri di barisan depan untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” ujarnya dengan nada tegas.
Dalam kesempatan itu, Aminullah menegaskan komitmen Gerakan Pemuda Al Washliyah untuk mengawal jalannya pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka serta mendukung penuh pelaksanaan delapan program prioritas Asta Cita. Ia menyebut GPA akan menjadi garda terdepan dalam memperkuat sumber daya manusia, pemberdayaan pemuda, serta pembangunan berkelanjutan sesuai visi pemerintahan nasional.
“GPA siap menjadi bagian dari masyarakat sipil yang menjaga persatuan bangsa dan memastikan Asta Cita berjalan demi kemakmuran rakyat,” ujarnya di sela-sela kobaran api unggun yang terus menyala terang.
Selain itu, Aminullah menyampaikan dukungan terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan Polri yang modern, berintegritas, dan humanis. Ia menilai program digitalisasi pelayanan publik, pemberantasan narkoba, serta penegakan hukum yang transparan adalah langkah maju dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Langkah Kapolri dalam membangun Polri yang profesional dan berintegritas patut diapresiasi. GPA mendukung penuh setiap upaya menjaga keamanan, menegakkan keadilan, dan memberantas korupsi di tubuh Polri,” tegasnya.
Dengan semangat kebangsaan dan nilai-nilai keislaman, Gerakan Pemuda Al Washliyah bertekad menjadi penjaga moral bangsa serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. Usai Aminullah memberi wejangan, gema takbir bersahutan dari berbagai sudut bumi perkemahan. Obor-obor kecil di tangan para kader terus berkobar, seolah menyatu dengan semangat juang mereka.
Jambore Kebangsaan dan Kewirausahaan 2025 ini diikuti ribuan kader dan ketua GPA dari berbagai provinsi, di antaranya Sulawesi Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Banten, dan daerah lainnya. “Kami siap menjadi garda terdepan umat dan bangsa, menjaga marwah Al Washliyah, dan menegakkan nilai-nilai Islam dalam setiap langkah perjuangan,” ujar Sangkot Simanjuntak, kader muda GPA, sambil menggenggam tanah Sibolangit yang masih hangat.
🟥 Tim | GeberNews.com
🗣️ Mengungkap Segala Fakta








