

Medan | GeberNews.com – Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, H. Iswanda Ramli, SE, di Jalan Mangkara No.55, Sabtu (7/3/2026), menjadi panggung kritik terhadap masih minimnya fasilitas olahraga serta pelayanan publik di Kota Medan.

Di hadapan warga yang hadir, Iswanda menegaskan pembangunan sektor olahraga tidak boleh berjalan sendiri tanpa dibarengi peningkatan kualitas layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah harus serius menyediakan sarana dan prasarana olahraga yang layak serta mudah diakses masyarakat.
“Pembangunan olahraga harus berjalan seiring dengan peningkatan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan warga. Jika fasilitasnya tidak memadai, maka sulit bagi masyarakat untuk berkembang melalui olahraga,” tegas Iswanda.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu di Kota Medan. Untuk siswa tingkat sekolah dasar, bantuan diberikan sebesar Rp450 ribu per orang, sedangkan siswa tingkat sekolah menengah pertama memperoleh Rp750 ribu per orang.
Iswanda menjelaskan, bantuan tersebut dapat diakses dengan melampirkan surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan penghasilan orang tua berada di bawah upah minimum serta surat keterangan dari sekolah tempat siswa belajar.
Selain itu, ia turut menyoroti persoalan pelayanan kesehatan yang masih dikeluhkan masyarakat, khususnya terkait sulitnya mendapatkan kamar rawat inap di sejumlah rumah sakit.
“Masih banyak warga mengadu karena sulit mendapatkan kamar di rumah sakit. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Medan agar menggandeng rumah sakit swasta untuk menambah fasilitas kamar rawat inap guna mengatasi keterbatasan kapasitas pelayanan kesehatan.
Menurut Iswanda, peningkatan fasilitas harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan, termasuk penambahan dokter spesialis di rumah sakit.
“Harapan kita, ke depan rumah sakit di Medan memiliki lebih banyak dokter spesialis sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri seperti ke Penang atau Malaysia,” katanya.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari pelayanan kesehatan dengan sistem Universal Health Coverage (UHC), keterbatasan fasilitas olahraga di lapangan umum, hingga kendala administrasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Iswanda memastikan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui DPRD Kota Medan serta berkoordinasi dengan dinas terkait agar permasalahan tersebut dapat segera mendapat solusi.
Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat yang turut memberikan penjelasan terkait berbagai layanan administrasi kepada masyarakat.
Di akhir kegiatan, Iswanda Ramli mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
“Semoga di bulan suci Ramadhan ini kita semua diberikan kesehatan dan dapat meningkatkan keimanan serta ketakwaan,” pungkasnya.
(Dodi Sembiring)








