Ramadhan Bukan Panggung Pencitraan: DPP TKN Kompas Nusantara Turun ke Jalan, Bagi Takjil dan Tegaskan Aksi Nyata untuk Rakyat

0
191

Medan | GeberNews.com – Ramadhan bukan panggung pencitraan. Di tengah suasana bulan suci yang kerap diwarnai seremoni dan unggahan simbolis, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara memilih turun langsung ke jalan. Pada Kamis, 26 Februari 2026, mulai pukul 17.30 WIB di depan Kantor TKN Kompas Nusantara Jalan Prof. H.M. Yamin, S.H No. 202 Medan, organisasi ini akan menggelar pembagian takjil kepada masyarakat, yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama 1447 H / 2026 M sebagai bentuk penguatan solidaritas dan konsolidasi gerakan sosial.

Ketua Umum TKN Kompas Nusantara sekaligus Ketua Umum Pagar Unri untuk Rakyat Indonesia, Adi Warman Lubis, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda seremonial tahunan yang sekadar menggugurkan kewajiban moral. Baginya, Ramadhan adalah momentum pembuktian, apakah sebuah organisasi benar-benar berpihak kepada rakyat atau hanya pandai merangkai narasi.

“Ramadhan bukan panggung untuk pencitraan. Ini soal keberanian turun langsung ke jalan, menyapa masyarakat tanpa sekat, dan berbagi dengan tulus.

Takjil yang kami bagikan mungkin sederhana, tapi komitmen kami tidak pernah sederhana,” tegas Adi Warman Lubis.

Ia menyoroti kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat. Harga kebutuhan pokok yang fluktuatif dan daya beli yang belum sepenuhnya pulih menjadi realitas yang tak bisa ditutup dengan slogan.

Karena itu, menurutnya, organisasi perjuangan harus hadir bukan hanya dalam ruang rapat, tetapi di tengah denyut kehidupan rakyat.

“Kalau kita mengaku organisasi perjuangan rakyat, ukurannya jelas: seberapa sering kita hadir untuk rakyat. Jangan hanya nyaman di ruangan ber-AC membahas konsep besar.

Turunlah, lihat langsung wajah-wajah yang menunggu waktu berbuka dengan harapan sederhana,” ujarnya.

Adi Warman Lubis juga mengajak seluruh pengurus, kader, simpatisan, hingga para dermawan dan pengusaha untuk tidak menjadi penonton di bulan suci. Ia menekankan bahwa kekuatan bangsa tidak lahir dari retorika, melainkan dari kepedulian kolektif yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Kami mengundang semua yang memiliki rezeki lebih untuk ikut bergerak. Jangan hanya menyaksikan. Jadilah bagian dari solusi. Setiap paket takjil adalah doa, setiap senyum masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga,” tambahnya.

Usai pembagian takjil yang dimulai pukul 17.30 WIB, kegiatan akan berlanjut dengan buka puasa bersama di Kantor DPP TKN Kompas Nusantara. Momen tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai makan bersama, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan konsolidasi internal untuk merumuskan langkah-langkah sosial berikutnya.

Adi Warman Lubis menegaskan, gerakan berbagi ini tidak boleh berhenti pada satu hari kegiatan atau satu kali dokumentasi. Ia berkomitmen mendorong aksi berkelanjutan, termasuk santunan bagi anak yatim dan bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Kota Medan.

“Gerakan ini harus konsisten. Jangan berhenti pada satu foto atau satu unggahan. Kita ingin membangun budaya berbagi yang berkelanjutan. TKN Kompas Nusantara dan Pagar Unri untuk Rakyat Indonesia harus berdiri di garis depan aksi sosial yang nyata, bukan sekadar retorika,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, pembagian takjil dan buka puasa bersama pada Kamis, 26 Februari 2026, diharapkan menjadi pesan tegas bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang menghadirkan empati, keberanian bersikap, dan komitmen untuk benar-benar berjalan bersama rakyat.

(Dodi Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini