Pancur Batu | GeberNews.com – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pancur Batu angkat suara dengan nada tegas. Tudingan adanya pemotongan uang jasa pelayanan (jaspel) pegawai untuk periode Agustus hingga Oktober 2025 dipastikan tidak benar alias hoaks. Pihak rumah sakit menegaskan, seluruh hak tenaga medis dan staf telah dibayarkan sesuai aturan yang berlaku tanpa ada potongan liar.
Bantahan keras ini disampaikan Direktur RSUD Pancur Batu, drg. Dina Saraswati, melalui Sekretaris RSUD, Veronika Kaban, saat dikonfirmasi pada Jumat (27/3/2026). Ia menilai isu tersebut bukan sekadar kabar simpang siur, melainkan disinformasi yang berpotensi merusak nama baik institusi pelayanan publik.
“Tidak ada pemotongan dalam bentuk apa pun selain kewajiban PPh yang memang diatur oleh undang-undang. Semua sudah disalurkan sesuai mekanisme resmi,” tegas Veronika.
Tak tinggal diam, manajemen RSUD Pancur Batu kini bergerak melakukan investigasi internal. Sumber informasi anonim yang memicu kegaduhan itu akan ditelusuri, bahkan tidak menutup kemungkinan berujung pada langkah hukum.
“Kami serius menindaklanjuti ini. Siapa pun yang menyebarkan informasi tidak benar dan mengganggu kondusivitas kerja akan kami proses sesuai aturan,” lanjutnya.
Sebelumnya, isu dugaan pemotongan jaspel sempat mencuat dari sejumlah oknum pegawai yang tidak menyebutkan identitas. Mereka mengklaim adanya pemotongan berkisar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu selama tiga bulan pada tahun 2025. Tuduhan tersebut juga menyeret nama Direktur RSUD Pancur Batu, yang disebut-sebut membawa kebijakan baru yang dianggap janggal oleh sebagian pihak.
Menanggapi desakan agar dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, manajemen RSUD Pancur Batu justru menyatakan siap membuka seluruh data. Mereka menegaskan tidak ada yang perlu ditutup-tutupi.
“Kami siap diaudit kapan saja. Semua administrasi keuangan, termasuk pembagian jaspel, dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegas Veronika lagi.
Dengan klarifikasi ini, RSUD Pancur Batu mengimbau masyarakat dan seluruh pegawai untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Fokus utama, kata mereka, tetap pada pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.
(Dodi Rikardo Sembiring)







