Medan | GeberNews.com — Penolakan terhadap konser grup musik internasional Honne yang direncanakan digelar di salah satu hotel Kota Medan pada 31 Juli 2025 semakin menguat. Tokoh Pemuda Melayu, Datok Agustian Fauzi SH, dengan lantang menyampaikan sikapnya menolak keras konser tersebut dan memberi ultimatum kepada aparat.

Dalam pernyataan pada Rabu, 23 Juli 2025, Datok Agustian menyebut bahwa konser tersebut berpotensi mencederai nilai-nilai agama, adat, dan norma sosial masyarakat Melayu.
“Ini bukan tentang anti toleransi. Ini tentang menjaga kehormatan agama dan adat yang dijamin oleh konstitusi. Sila pertama Pancasila itu Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka izinnya harus dicabut! Kami tolak keras konser itu!” tegas Datok Agus dengan suara tinggi.
Ia juga menuding konser tersebut bisa menjadi tempat terbukanya kampanye terselubung LGBT yang bertentangan dengan ajaran agama dan budaya Melayu.
“Kami tak ingin tanah Deli dijadikan tempat kemaksiatan dan penyimpangan. LGBT itu bertentangan dengan semua nilai yang kami junjung. Tidak ada tempat untuk kampanye LGBT di sini. Titik!” ujarnya lantang.
Datok Agus mengingatkan Pemerintah Kota Medan, Polda Sumut, dan seluruh pihak terkait agar segera bertindak sebelum gejolak sosial tak terkendali.
“Jika suara kami tidak didengar, jangan salahkan kalau kami turun langsung ke lokasi. Kami siap geruduk dan bubarkan dengan kekuatan masyarakat!” ancamnya.
Batas waktu pencabutan izin sudah ia tetapkan, dan tak ada ruang kompromi.
“Kami beri deadline sampai tanggal 30 Juli. Kalau lewat dari itu, jangan salahkan kami!” tegasnya.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut juga sudah memberikan pernyataan sikap. MUI menegaskan bahwa segala bentuk promosi, sosialisasi, atau kampanye yang mendukung penyimpangan seksual seperti LGBT, jelas bertentangan dengan ajaran Islam, norma hukum, dan budaya bangsa.
Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 menyatakan dengan tegas bahwa perilaku homoseksual, termasuk lesbian, gay, sodomi, dan pencabulan adalah penyimpangan seksual yang diharamkan dan tergolong kejahatan (jarimah).
Diketahui, Honne akan menggelar konser di lima kota besar Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Makassar, Pekanbaru, dan Medan. Namun gelombang penolakan di Medan dipastikan akan menjadi ujian besar bagi penyelenggara.
(Dodi Rikardo)








